<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875</id><updated>2011-11-18T02:30:07.696-08:00</updated><title type='text'>Keep Move &amp; Work To Jesus Christ</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-7326243277724417418</id><published>2009-12-18T19:26:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T19:27:46.276-08:00</updated><title type='text'>Ordinary Man</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-7326243277724417418?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/7326243277724417418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=7326243277724417418&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/7326243277724417418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/7326243277724417418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/12/ordinary-man.html' title='Ordinary Man'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-7499153783840591010</id><published>2009-12-18T19:13:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T19:26:35.370-08:00</updated><title type='text'>Pemulihan Secara Luar Biasa</title><content type='html'>Dalam beberapa waktu pemulihan demi pemulihan telah saya alami&lt;br /&gt;benar" luar biasa Kristus ada dalam setiap tindakan yg saya lakukan dan ada dalam &lt;br /&gt;beberapa pelayanan yg saya lakukan.saya mengakui pemulihan itu ada karena saya telah berhasil menerapkan kasih yg hampir 75%  saya terapkan dan lakukan.Pemulihan ini benar-benar berdampak luar biasa dan tidak ternilai harganya .bagaimana dengan anda?&lt;br /&gt;apakah anda yg sudah lama mengikut kristus  pernah merasakan pemulihan itu?&lt;br /&gt;aku sangat berharap stiap kita bisa merasakan pemulihan itu bersama-sama.kalau anda belum pernah merasakan pemulihan itu 1 hal yg saya ingin katakan....&lt;br /&gt;INTROPEKSI!!!!!! meski anda telah ikut Kristus belasan/bahkan puluhan tahun kalau kita bersikap tidak seperti Kristus kita ngak akan pernah di pulihkan.karna apa? Karena Perintah Tuhan yg utama adalah menerapkan kasih sebagaimana ia telah mengorbankan anaknya untuk pendamaian bagi dosa &amp; memberikankan contoh bagi setiap umatnya melalui kematiannnya.dan kalau anda tidak melakukan perintahnya bagaimana mungkin kita bisa dipulihkan, secara Tuhan bekerja melalui Tindakan-tindakan kita.&lt;br /&gt;saya telah alami pemulihan secara luar biasa dalam waktu yg sangat singkat karena hal" yg saya lakukan pada sesama dengan penuh kasih.Ini nyata dan hari ini TUHAN ingin saya bersaksi melalui Pemulihan saya ini kalau semua berkat &amp; mujizat itu terjadi karena TINDAKAN-TINDAKAN KITA!!!! jika kita menabur baik maka kita akan menuai baik dan begitu pula sebaliknya.cobalah melakukan tindakan" yg penuh kasih dan sesuai dengan Kristus saya percaya pemulihan itu akan datang secara Otomatis&lt;br /&gt;AMIN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-7499153783840591010?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/7499153783840591010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=7499153783840591010&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/7499153783840591010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/7499153783840591010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/12/pemulihan-secara-luar-biasa.html' title='Pemulihan Secara Luar Biasa'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-4689085544433190677</id><published>2009-11-02T23:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T00:38:36.434-08:00</updated><title type='text'>High Quality</title><content type='html'>Pada Menjelang akhir zaman ini aq berharap benar tiap" kalian harus memiliki kualitas kristen yg Tinggi.Pekerjaan untuk mencari &amp; mengumpulkan Kristen yg Berkualitas telah saya cari tapi entah kenapa sampai saat ini jumlah kristen yg benar"kristen tidak lebih dari jumlah jari saya.Tujuan saya Mengumpulkan Orang Kristen berkualitas adalah agar disatukan &amp; bekerja dalam memuliakan Tuhan di Tempat mereka ada ,Serta mengajak sekelilingnya benar" menjadi satu dalam Kristus.Tapi kenyataannya kualitas kristen saat ini banyak yg down dan kurang di naikan Kebanyakan dari mereka lupa akan Kasih mula" padahal kasi mula" adalah sesuatu yg harus mereka ingat ketika Tuhan jamah dan sentuh mereka tidak setiap hari kita mendapat kasih mula" itu.&lt;br /&gt;Syarat Kristen yg Tinggi:&lt;br /&gt;1.Tahan Dengan Segala Cobaan(seperti Ayub)&lt;br /&gt;2.Rindu Setiap Saat melayani Tuhan(Daud)&lt;br /&gt;3.Beriman,hidupnya benar&lt;br /&gt;4.Bisa Memegang Komitmennya Dengan Tuhan&lt;br /&gt;Rata2 itu adalah Syarat utama menjadi seorang yg rohaninya berkualitas tinggi&lt;br /&gt;mungkin kita semua belum bisa sepenuhnya seperti itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-4689085544433190677?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/4689085544433190677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=4689085544433190677&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/4689085544433190677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/4689085544433190677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/11/high-quality.html' title='High Quality'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-6946709789692428754</id><published>2009-10-21T03:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T04:10:53.846-07:00</updated><title type='text'>In Movement Petra4Jesus</title><content type='html'>Sudah Waktunya Kebangkitan Harus Dimulai Pada awalnya saya akan menerangkan banyak hal tentang Kuasa Kristus melalui Pdkecil di petra3 Sudah saatnya kebangunan Rohani Terjadi&lt;br /&gt;Wktu sudah semakin Mepet &amp;amp; Semakin bnyk jiwa yg tersesat.&lt;br /&gt;Must Move krn waktu sudah tidak bnyk lgy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-6946709789692428754?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/6946709789692428754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=6946709789692428754&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/6946709789692428754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/6946709789692428754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/10/in-movement-petra4jesus.html' title='In Movement Petra4Jesus'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-8767315792883031663</id><published>2009-10-10T20:09:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T20:47:32.079-07:00</updated><title type='text'>True Winner</title><content type='html'>Kemenangan sejati bukan dari sebuah tingkatan tapi kemenangan yg sejati adalah Kerja keras &amp;amp; kejujuran.itulah kemenangan ug sesungguhnya.Meski dalam kehidupan sesungguhnya kemenangan dilihat dalam tingkatan tapi itu bukanlah kemenangan sejati.&lt;br /&gt;meski tidak menang dalam dunia nyata mengakanlah itu dalam diri kalian.&lt;br /&gt;Kemenangan Dunia nyata bisa di manipulasi tapi kemenangan yg nyata tidak dapat di manipulasi &amp;amp; tetap nyata dalam diri kalian sebab apa yg dilakukan dengan kerja keras &amp;amp; Kejujuran punya nilai yg sangat berbeda.Meski gagal tetaplah bekerja keras maka kalian akan memperoleh kemenangan sejati dalam kompetisi demi kompetisi yg kalian hadapi. 1% inspirasi &amp;amp; 99% kerja keras akan menghasilkan kemenangan yg sejati.&lt;br /&gt;Jadikanlah Kegagalan adalah pengalaman ,jangan pernah menyerah untuk mencoba&lt;br /&gt;meski kemarin Sekolah kita sempat Gagal dalam DBL jangan menyerah karena hal itu&lt;br /&gt;karena Kemenagan sejati adalah Kerja keras &amp;amp; kejujuran.&lt;br /&gt;kita tidaklah kalah Justru merekalah yg kalah moral karena bermain kotor&lt;br /&gt;Kemenagan sejati didapat bukan dari tingkatan oleh karenanya tetaplah bekerja keras &amp;amp; berusahalah .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-8767315792883031663?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/8767315792883031663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=8767315792883031663&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/8767315792883031663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/8767315792883031663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/10/true-winner.html' title='True Winner'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-6395932708590062857</id><published>2009-10-06T05:27:00.001-07:00</published><updated>2009-10-06T05:27:59.455-07:00</updated><title type='text'>I Need JESUS</title><content type='html'>I’ve been traveling on a around the world trip from LA to Jerusalem to Seoul Korea and now finally back home to Los Angeles. It’s been an amazing trip and daily have had supernatural personal encounters in both nations. What has burdened my heart the most is that I’ve met so many “believers” or “Christians” on this trip whether they be artists, entertainers, business executives, to housewives and students who have gone to church their entire lives… but most I would say, “Don’t really have an intimate relationship with Jesus Christ.” In fact, most do all the right things a Christian should do, but most don’t actually know God… &lt;p&gt;I met a person the first night I came to Seoul Korea. This person is very well known, very accomplished, in the eyes of the public a strong believer, faithful to the family, serves in the church and owns a successful company. But this person contacted me to meet for an emergency… I felt led by God to meet with this person and when we met I found out the pain, emptiness and struggles in this person’s heart. This person was empty, on the outside everything seemed perfectly good, perfectly Christian, but on the inside this person was just going through the motions, living in duty and obligation for their entire life. Having faith, but no heart. Having religion, but no relationship. I looked this person straight into the eyes and said, “I don’t think your problem is how to get rid of this sin in your life, I think the deeper issue is that you don’t know God.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;I said it. This person’s response was … “you are right, I don’t know God.” I told this person you can actually talk to God and He will talk back. I led this person through a time of listening to the voice of God and this person had a personal encounter with Jesus. At the end of our time together this person’s face was glowing with God’s joy, a sense of deep peace and as this person left our time together said, “Thank you for introducing me to Jesus!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;I’ve been meeting with many leaders, key Christians, artists and entertainers asking God for His grace to build his army in the media and entertainment field… I’m realizing more and more, these role models of our society don’t need more religion, more church programs, they need more of Jesus, they need to know they can “KNOW HIM” and the power of His resurrection and to fellowship with Him in His sufferings is the greatest of human joys in this life.&lt;/p&gt;&lt;div id="attachment_1635" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px;"&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;JESUS SPEAK TO ME IN THE DUNGEON WHERE JESUS WAS CHAINED OVERNIGHT&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;My passion in life is to know Him. My purpose in life is to know Jesus intimately. My desire when I wake up is to wake up to His beautiful face, His warm embrace and to taste the sweetness of His presence. My goal is to know You more Lord. I want to seek you, feel you, see you and love you with all my heart, soul and strength. Nothing in this life compares to the blessing of knowing You. There is nothing better in this life than to be in Your presence. To feel Your glory, to touch Your grace and to rest in Your arms. I love you Abba Father! I love You my Lord and Savior Jesus Christ. I adore You oh precious Holy Spirit … how I long to love you more this day, how I cherish every Word You speak to Me, I pray that every person I meet, every person I encounter would know You the way I know You, how I love to be LOVED by You… You alone are my desire. Jesus I need you like I need water to survive…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;May this be our prayer this day…. I need Jesus… Come Lord Jesus come!&lt;/p&gt;&lt;div&gt; For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in Him shall not perish but have eternal life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BY:Rev Jaeson Ma&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-6395932708590062857?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/6395932708590062857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=6395932708590062857&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/6395932708590062857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/6395932708590062857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/10/i-need-jesus.html' title='I Need JESUS'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-2912021800934146214</id><published>2009-10-02T22:40:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T22:41:48.888-07:00</updated><title type='text'>THE TRUE CONCEPT OF MINISTRY AND PREACH THE GOSPEL</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;1. Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 3. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 5. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!&lt;br /&gt;(2 Timotius 4:1-5)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat 2 Timotius adalah surat kedua Paulus yang dikirimkan kepada Timotius, anak rohaninya yang adalah anak seorang pria Yunani dan wanita Yahudi yang tinggal di kota Listra, Galatia. Karena Timotius seorang yang sering sakit dan bukan seorang pemberani, maka Paulus memberikan dorongan semangat. Pada waktu menulis surat ini, Timotius sedang berada di Efesus, mengatur kelompok-kelompok Kristen setempat dan melakukan tanggung jawabnya untuk memimpin dan melatih para pemimpin jemaat. Surat 1 dan 2 Timotius serta Titus adalah surat Paulus terakhir. Khusus, surat 2 Timotius ini ditulis oleh Paulus ketika ia berada di penjara sambil menunggu hukuman mati. (&lt;em&gt;Handbook to the Bible&lt;/em&gt;, 2002, p. 699) Dari sedikit latar belakang ini, kita mendapatkan gambaran jelas tentang pribadi Paulus yaitu seorang Rasul Kristus yang meskipun menghadapi kesulitan berat sekalipun tetap dapat menguatkan anak rohaninya. Itulah citra hamba Tuhan sejati. Selain memberikan dorongan semangat, Paulus juga memberikan pengajaran bagi Timotius tentang bahayanya ajaran sesat di sekitarnya. Handbook to the Bible memberikan penjelasan bahwa ajaran sesat itu adalah ajaran sesat yang muncul di abad 2 Masehi. Mari kita belajar tentang dorongan semangat sekaligus pengajaran Paulus kepada Timotius ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Timotius 4 tidak bisa dipisahkan dari pasal-pasal sebelumnya, khususnya pasal 3. 2 Timotius 3 mulai menjelaskan tentang ajaran sesat yang muncul pada akhir zaman yaitu ajaran yang menitikberatkan pada pemuasan materi, nafsu, dll (ayat 1-9), lalu disusul dengan pengajaran Paulus bahwa Timotius tak perlu menuruti mereka, tetapi harus meneladani Paulus dan tetap berpegang pada apa yang diajarkannya (ayat 10-17) dan diakhiri dengan konklusi yang tegas, jelas dan indah, yaitu, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (2 Timotius 3:16-17) Para “theolog” liberal mungkin menafsirkan “segala tulisan” hanya terbatas pada surat 2 Timotius saja, tetapi golongan konservatif Injili lebih menafsirkan “segala tulisan” bukan hanya terbatas pada surat 2 Timotius melainkan seluruh Alkitab, karena memisahkan 2 Timotius dari seluruh bagian Alkitab identik dengan tidak mempercayai Alkitab seutuhnya. Dari ayat 16, kita belajar bahwa Timotius diajar Paulus untuk menjadikan Alkitab sebagai dasar presuposisi iman Kristen yang beres di tengah zaman. Hal ini juga menjadi refleksi bagi kita sebagai orang Kristen yang harus menjadikan Alkitab (bukan filsafat dunia, psikologi, manajemen, dll) sebagai dasar presuposisi iman Kristen yang bertanggungjawab. Mengapa ? Karena Alkitab melalui pencerahan Roh Kudus mampu mencerahkan orang untuk menyadari dosa-dosanya, bertobat dan kembali kepada Allah. Inilah yang menjadi dasar Paulus nantinya menasehati Timotius bagaimana melayani Tuhan dengan beres dan bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Panggilan Allah Di Dalam Pelayanan&lt;br /&gt;Pada ayat 1 di pasal 4 ini, Paulus memulai penjelasannya dengan suatu pertanggungjawaban yang kuat, “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:” Pesan terakhir Paulus kepada Timotius bukan pesan biasa, tetapi pesan yang sungguh-sungguh penting, sehingga Paulus harus menegaskannya melalui ayat 1 ini di dalam 2 prinsip :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Pertama, di hadapan Allah.&lt;/span&gt; Semua tugas dan mandat yang Tuhan perintahkan harus kita pertanggungjawabkan dan kerjakan di hadapan Allah. Ini berarti kita benar-benar setia dan taat kepada-Nya. Banyak orang bekerja bukan bekerja untuk Allah, tetapi bekerja untuk diri dan kepuasan diri. Oleh karena itu, Paulus di suratnya yang lain mengingatkan kita, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (Kolose 3:23) Ini berarti ada suatu kerja keras dan kesungguhan hati di dalam mengerjakan apa yang Tuhan perintahkan. Theologia Reformed mempercayai adanya mandat budaya yang artinya segala sesuatu harus dikerjakan semaksimal mungkin untuk memuliakan Tuhan, sehingga banyak negara yang dipengaruhi oleh theologia Reformed atau Reformasi menghasilkan barang-barang yang berkualitas tinggi. Bukan hanya mandat budaya, theologia Reformed Injili juga mempercayai adanya mandat Injil yaitu pengabaran Injil yang dilakukan juga di hadapan Allah untuk memuliakan Allah. Ketika kita mengerjakan baik mandat budaya maupun mandat Injil di hadapan Allah, itu berarti kita memiliki kegentaran dan kesungguhan hati, sehingga kita tidak bermain-main dalam mengerjakan mandat dari Allah ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Kedua, di hadapan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati.&lt;/span&gt; Bukan hanya di hadapan Allah, kita pun harus mengerjakan mandat dari Allah di hadapan pengadilan Kristus. Nanti, di ayat yang sama, hal ini dijelaskan lagi, “demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:” Di dalam suratnya yang kedua kepada jemaat di Korintus, Paulus memperingatkan, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (2 Korintus 5:10) Pengadilan Kristus menjadi suatu kriteria penting bagi kita di dalam mengerjakan mandat Allah karena segala sesuatu nantinya harus dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan Kristus. Tanggung jawab adalah sesuatu yang asing bagi telinga banyak orang postmodern yang rusak ini. Banyak dari mereka selalu mendengungkan hak asasi, tetapi tidak mau bertanggung jawab. Di Indonesia misalnya, karena alasan hak asasi manusia (HAM), istri teroris Abu Dujana meminta kepada polisi agar suami tidak dipenjara, karena nantinya anaknya bisa trauma. Sungguh aneh dan konyol, seorang yang mati-matian mempertahankan HAM, tetapi anehnya tidak mempedulikan HAM orang lain khususnya ratusan orang yang dibunuh mati karena tindakan terorisnya. Bukankah jumlah orang yang menjadi korban teroris si Dujana ini lebih banyak daripada hanya anak dan istrinya ? Mengapa istrinya tak memikirkan ini ? Inilah zamannya menuntut HAM dengan tujuan untuk kepuasan diri ! KeKristenan di dalam pengajaran Alkitab yang ketat menuntut tanggung jawab. Kita melayani Tuhan pun harus bertanggungjawab. Tetapi sayangnya banyak orang yang mengaku diri “Kristen” sembarangan melayani Tuhan : tidak mau belajar Alkitab, sukanya hura-hura, dll. Itukah melayani ‘tuhan’? Bukan ! Mereka sebenarnya sedang melayani diri mereka sendiri, tetapi mereka terus mengklaim “melayani ‘tuhan’”. Oleh karena itu, sebagai umat pilihan-Nya, sudah seharusnya kita keluar dari jebakan filsafat postmodern yang gila dan kembali kepada Alkitab, yaitu mempertanggungjawabkan segala sesuatu di hadapan pengadilan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Pesan-pesan Penting Apakah yang Paulus Ajarkan kepada Timotius ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Pada ayat 2, ia menjelaskan, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” Di sini, kita mendapatkan beberapa prinsip penting dari Paulus kepada Timotius tentang konsep pelayanan yang beres yang berkaitan dengan penginjilan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pertama, beritakanlah Firman.&lt;/span&gt; Kata “beritakanlah” dalam King James Version diterjemahkan preach (=khotbahkan), dalam bahasa Yunani &lt;em&gt;kērusso&lt;/em&gt; bisa berarti &lt;em&gt;herald&lt;/em&gt; (=umumkan/beritahukan). Dengan kata lain, prinsip penginjilan pertama adalah kita diperintahkan untuk menyuarakan atau memberitahukan Injil kepada dunia. Ini yang sangat dibenci oleh para “theolog” religionum atau &lt;em&gt;social “gospel”&lt;/em&gt; yang mati-matian mempertahankan argumentasinya bahwa zaman sekarang bukan lagi zamannya Zending atau penginjilan verbal, tetapi kita cukup berbuat baik, berbagi sedekah, dll (“penginjilan” sosial). Padahal ayat ini sudah jelas-jelas mengajarkan bahwa kita diperintahkan untuk menyuarakan/memberitahukan Injil kepada dunia, dan bukan diperintahkan untuk menginjili dengan membantu orang-orang miskin (meskipun itu juga termasuk salah satu media yang perlu namun tidak penting/tidak utama) ! Mengapa Paulus memerintahkan kita untuk memberitakan Firman ? Kembali kepada pasal 3 ayat 16, alasannya karena Paulus percaya bahwa Alkitab itu Firman Allah yang tak bersalah yang berfungsi untuk menyadarkan manusia akan dosa dan membawa mereka bertobat dan kembali kepada Kristus. Selan itu, Paulus di dalam Roma 1:16-17 mengajarkan bahwa Injil itu kekuatan/kuasa Allah yang menyelamatkan orang percaya tanpa memandang suku bangsa (konteksnya : Yahudi dan Yunani) dan memimpin iman seseorang (ayat 17).&lt;br /&gt;Bagaimana cara kita memberitakan Firman ? Apakah kita perlu membawa Alkitab ke mana pun kita pergi? TIDAK. Kita memberitakan Firman dengan :&lt;br /&gt;pertama, melakukan mandat budaya. Theologia Reformed yang ketat mempercayai bahwa iman Kristen yang beres pasti dapat mempengaruhi budaya dunia. Neibuhr mengajarkan bahwa Kristus mengubah kebudayaan, bukan Kristus berparadoks dengan kebudayaan, atau Kristus milik kebudayaan, dll. Kristus mengubah kebudayaan berarti semua kebudayaan yang adalah respon manusia terhadap wahyu umum Allah (perkataan Pdt. Dr. Stephen Tong) harus ditransformasi dan “ditebus” oleh Kristus sebagai wahyu khusus Allah. Ketika orang Kristen tidak mau mengerjakan mandat budaya, mereka sebenarnya bukan melawan theologia Reformed, tetapi melawan doktrin Kristen sendiri yang mengajarkan bahwa : Allah itu berdaulat dan Mahakuasa (menguasai alam semesta ini, berkuasa atas hal-hal rohani dan hal-hal jasmani juga), dan Kristus itu bernatur dua, yaitu Ilahi (Roh) sekaligus manusia (badani/jasmani) (menyerang pandangan Gnostisisme dan dualisme yang mengajarkan bahwa hal-hal jasmani itu jahat dan hal-hal rohani itu baik). Budaya yang tidak ditransformasikan oleh Kristus dan Alkitab akan menjadi budaya manusia yang sia-sia dan celaka. Contohnya, orang-orang Jepang menyembah dewa matahari (ciptaan), di mana seharusnya Allah yang patut disembah. Yang lebih celaka lagi, orang-orang “Kristen” bukan menyembah Allah Trinitas, tetapi menyembah : 1 pribadi Allah (kaum Unitarian), humanisme (&lt;em&gt;social “gospel”&lt;/em&gt;, pragmatisme, dan dualisme), uang (kaum materialisme), dll. Itulah budaya dunia postmodern yang kacau dan rusak, tetapi herannya para penganutnya merasa senang. Bagaimana kita mengerjakan mandat budaya ? Dengan cara memasukkan iman Kristen di dalam perspektif theologia Reformed yang berdasarkan Alkitab sebagai dasar presuposisi segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, baik aspek ekonomi, politik, sosial, hukum, dll. Paradigma theologia Reformed di dalam memandang hal ini terangkum di dalam 4 bagian, yaitu Creation (Penciptaan), Fall (Kejatuhan), Redemption (Penebusan) dan Consummation (Penyempurnaan). Berarti, segala sesuatu harus dilihat apa yang seharusnya dikerjakan (konsep Penciptaan), di mana letak kerusakannya (konsep Kejatuhan), bagaimana remidi/perbaikannya (Penebusan) dan bagaimana itu dapat disempurnakan kelak (konsep Penyempurnaan). Segala sesuatu jika dilihat dari kacamata 4 prinsip ini akan menemukan jalan keluar yang tidak pernah dipikirkan dunia dan agama yang berdosa. Puji Tuhan karena Alkitab kita sempurna. Adalah sesuatu yang lebih celaka bagi mereka yang meragukan otoritas Alkitab, bahkan menghinanya (bahkan beberapa dari mereka mengaku “theolog” dan “pendeta”). Ketika kita mengerjakan mandat budaya, sebenarnya secara tidak langsung ataupun langsung, kita sedang memberitakan Injil Kristus, meskipun hasil yang dicapai tidak sama seperti hasil ketika kita memberitakan Injil.&lt;br /&gt;Selain mengerjakan mandat budaya, kita diperintahkan untuk memberitakan Injil. Memberitakan Injil adalah tugas yang lebih sulit lagi karena di dalam penginjilan, kita menantang pikiran orang lain dan membawanya kepada Kristus, seperti yang diajarkan Paulus, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (2 Korintus 10:5) Penginjilan tanpa mengubah presuposisi dasar bukanlah penginjilan. Sayangnya banyak kaum Injili giat mengabarkan Injil, tetapi tidak mempedulikan theologia dan presuposisi filsafat orang yang diinjili, sehingga mereka menginjili hanya berbekal pintar ngomong dan sedikit pengetahuan Alkitab (plus urapan Roh Kudus). Urapan Roh Kudus memang penting di dalam penginjilan, bahkan terpenting, tetapi tidak boleh melupakan aspek hikmat Allah. Artinya, sebelum memberitakan Injil, kita perlu belajar filsafat dunia, epistemologi, doktrin/theologia Kristen, Alkitab, dll sehingga kita dapat memberi jawab kepada problematika dunia melalui orang-orang yang kita injili. Selain itu, sebelum menginjili, kita pun tetap harus bergantung pada Allah melalui pencerahan Roh Kudus agar ketika kita menginjili, kiranya Roh Kudus bekerja di dalam hati umat pilihan Allah sehingga mereka boleh percaya, bertobat dan kembali kepada Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kedua, bersiap sedia di dalam segala kondisi.&lt;/span&gt; Kata “bersiap sedia” diterjemahkan &lt;em&gt;be instant&lt;/em&gt; (=segeralah/cepatlah) di dalam terjemahan King James Version. Dengan demikian, selain memberitakan Firman, kita disuruh sigap. Ini adalah hal internal di dalam pelayanan penginjilan. Ketika ada masalah atau kondisi baik atau tidak baik, Paulus mengingatkan kita untuk sigap selalu. Artinya, kita tidak boleh terlena dan terus bersiap seperti pasukan tentara yang menghadapi musuh yang tentu tidak mungkin berleha-leha dahulu atau minum kopi sejenak. Mengapa harus bersigap ? Karena musuh selalu siap mengintai dan menyerang kita. Apa wujud musuh itu ? Musuh itu berupa ajaran-ajaran yang mengaku “Kristen” tetapi sebenarnya palsu dan melawan Alkitab. Hal ini dijelaskan Paulus di ayat 3-4. Ingatlah, di dalam kehidupan menjelang akhir zaman, kita terus berperang melawan roh-roh dunia, sehingga kita terus-menerus harus bersigap. Bagaimana kita bersigap ? Seperti tentara, kita tentu harus mempersiapkan segala sesuatu, yaitu : senjata. Karena kita berperang bukan melawan musuh-musuh dunia, tetapi roh-roh di udara (Efesus 6:12), maka senjata kita adalah senjata rohani. Apakah wujud senjata rohani itu ? Efesus 6:14-18 menguraikannya, “Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,” Senjata-senjata rohani itu berupa : pertama, kebenaran. Melawan roh-roh di dunia (setan dan kroni-kroninya) harus menggunakan kebenaran Allah (&lt;em&gt;truth&lt;/em&gt; ; Yunani : &lt;em&gt;aletheia&lt;/em&gt;). Kedua, keadilan (&lt;em&gt;righteousness&lt;/em&gt; ; Yunani : &lt;em&gt;dikaiosunē&lt;/em&gt;). Kebenaran harus disertai dengan keadilan. Dalam melawan iblis cs, kita perlu menggunakan senjata keadilan Allah, bukan malahan berkompromi dengan dunia dengan dalih “rohani” yaitu “kasih”. Kasih tanpa keadilan adalah kasih yang palsu dan munafik ! Demikian sebaliknya, keadilan tanpa kasih yang disertai kebenaran akan menjadi keadilan yang sembrono. Ketiga, kerelaan untuk memberitakan Injil. Kembali kita diingatkan Paulus bahwa untuk melawan roh-roh dunia ini, kita tidak cukup aksi sosial, tetapi rela/siap untuk memberitakan Injil, karena iblis dapat dikalahkan BUKAN dengan aksi sosial, tetapi dengan kuasa penebusan Kristus di salib dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati ! Keempat, perisai iman. Tanpa iman atau bergantung/berserah kepada Kristus, kita tak mungkin menang mengalahkan roh-roh dunia yang jahat ini. Ini berarti harus ada unsur penyerahan total kepada Allah meskipun kita tetap siap sedia berperang. Iman penting untuk melawan si setan, karena dengan iman, kita tidak bersandar kepada kehebatan diri, tetapi pada kuasa Allah yang jelas menang mengalahkan kuasa setan. Kelima, ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu Firman Allah. Melawan setan jangan menggunakan filsafat dunia, psikologi, manajemen, dll, tidak bakal mempan, karena setan justru senang beroperasi di situ. Melawan setan harus menggunakan Firman Allah dengan benar (bukan gemar menyomoti ayat-ayat Alkitab untuk pemuasan diri). Ingatlah, Firman Allah itu berkuasa, seperti diajarkan oleh penulis Ibrani, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (Ibrani 4:12) Ayat ini BUKAN sedang mengajarkan tentang jiwa dan roh yang dipisahkan (pandangan trikotomi), tetapi konteksnya sedang membicarakan kekuatan Firman Allah. Keenam, berdoa. Di dalam peperangan, kita dituntut untuk berdoa. Mengapa ? Karena di dalam doa, kita berserah kepada-Nya. Di dalam penginjilan pun, kita harus tetap berdoa agar orang-orang yang kita injili jika beberapa dari mereka adalah umat pilihan-Nya, dicerahkan oleh Roh Kudus supaya taat dan percaya kepada/di dalam Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menyatakan apa yang salah, menegur dan menasihati dengan segala kesabaran dan pengajaran. Di dalam pelayanan penginjilan, selain bersiap sedia, Paulus memerintahkan kita untuk aktif keluar yaitu berani menyatakan kesalahan orang lain, menegur dan menasihatinya supaya orang yang bersalah itu kembali kepada Kristus. King James Version menerjemahkan “menyatakan apa yang salah” sebagai &lt;em&gt;reprove&lt;/em&gt; (=menegur), “menegur” sebagai &lt;em&gt;rebuke&lt;/em&gt; (=memarahi) dan “menasihati” sebagai &lt;em&gt;exhort&lt;/em&gt; (=menasihati/mendorong). Ada empat hal yang Paulus mau ajarkan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;pertama, menegur.&lt;/span&gt; Di dalam penginjilan dan pemberitaan Firman, banyak orang “Kristen” postmodern mengajarkan bahwa kita tidak boleh menegur, karena itu berarti menghakimi, lalu orang itu mengutip perkataan Tuhan Yesus di dalam Matius 7:1 bahwa kita tidak boleh menghakimi. Semua dalih ini kelihatan “rohani”, tetapi sayangnya tidak disertai kebenaran Firman yang beres. Benarkah Matius 7:1 berbicara tentang jangan menghakimi ? Kalau benar, mengapa pula Tuhan Yesus sendiri berani menghakimi mereka yang sesat di dalam Matius 7:21-23 ? Apakah Tuhan Yesus tidak konsisten? TIDAK. Matius 7:1 bukan sedang mengajarkan bahwa kita tidak boleh menghakimi, tetapi Ia sedang mengajarkan tentang ukuran/kriteria yang dipakai untuk menghakimi di ayat 2-5. Pada ayat 5 di dalam Matius 7, Tuhan Yesus jelas mengajarkan bahwa ketika kita sudah melihat kesalahan kita, kita baru boleh menegur dan bahkan menghakimi mereka yang bersalah. Ini menandakan bahwa banyak orang “Kristen” gemar sekali mengutip Matius 7:1 tanpa melihat ayat-ayat sesudahnya ! Kembali, mengapa orang yang menegur sering dikatakan menghakimi ? Benarkah kedua hal ini sama ? Sebenarnya, TIDAK. Menegur adalah membawa orang yang ditegur kembali kepada kebenaran, sedangkan menghakimi yang salah adalah membawa orang semakin benci dengan orang yang menghakimi/si penghakim (membawa orang kepada permusuhan dan perdebatan). Tuhan memerintahkan kita boleh menghakimi tetapi dengan motivasi kasih. Hal ini diungkapkan Paulus di dalam ayat 2 di 2 Timotius 4 yaitu dengan segala kesabaran dan pengajaran (hal ini akan saya uraikan selanjutnya). Ketika seseorang menegur berarti orang itu sedang mengasihi orang yang ditegur supaya orang itu tidak jatuh ke dalam dosa/kesalahan yang mungkin telah dialami oleh orang yang menegur. Tetapi sayangnya, orang yang ditegur seringkali marah, karena itu mengganggu dia. Ambil contoh, ketika Anda melihat teman Anda tidak mengunci (maaf) resleting celananya, apa yang Anda lakukan ? Menurut ide postmodern, Anda tak perlu menegurnya, karena ketika kita menegurnya, kita kurang “mengasihi”. Kalau Anda melakukan apa yang postmodern ajarkan, maka Anda dahulu yang pertama kali dimarahi oleh teman Anda karena Anda tidak memperingatkannya untuk mengunci resleting celananya sehingga teman Anda malu. Tetapi ketika Anda mematuhi Firman Tuhan untuk berani menegur, maka teman Anda tidak akan malu gara-gara resleting celananya tidak dikunci/dikancing. Aneh, semakin postmodernisme mengajarkan bahwa menegur itu tidak boleh dengan alasan mengasihi, sebenarnya mereka lah yang tidak mengasihi orang lain, sehingga mencelakakan orang lain, tetapi ketika keKristenan mengajarkan untuk menegur, mungkin dianggap tidak mengasihi, sebenarnya merekalah yang mengasihi orang lain supaya orang lain tidak malu dan tidak tersesat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kedua, memarahi (rebuke).&lt;/span&gt; Kata “menegur” di dalam LAI seharusnya diterjemahkan memarahi/&lt;em&gt;rebuke&lt;/em&gt;. Artinya, ketika seseorang masih membangkang setelah ditegur, orang itu harus dimarahi. Orang yang dimarahi seringkali balik marah karena orang itu merasa diri dibenci, padahal tidak demikian. Ambil contoh, ketika Anda melihat teman Anda meminum minuman yang sudah dimasukkan racun, apa yang Anda lakukan ? Mungkin, pertama kali Anda menegur, tetapi jika orang yang ditegur tidak mengindahkan kita, maka kita perlu memarahinya, kalau perlu segera membuang minuman itu, sehingga teman Anda tidak usah meminumnya. Lalu, apa respon teman Anda ? Mungkin Anda akan digampar karena Anda dianggap tidak sopan, tetapi lama-kelamaan orang waras akan justru berterima kasih karena ia telah diperingatkan bahkan dimarahi oleh Anda untuk tidak minum minuman yang beracun itu. Rasul Paulus adalah salah satu rasul Kristus yang boleh dikatakan suka memarahi orang dengan tujuan agar orang yang dimarahi itu bertobat. Di dalam Galatia 1:6-10, ia memarahi jemaat Galatia yang begitu mudahnya berpaling dari Injil Kristus kepada “injil-injil” murahan yang tidak berguna. Di dalam Surat 1 dan 2 Korintus, Paulus memarahi jemaat Korintus karena mereka hidup tidak tertib. Bahkan setelah Paulus menulis suratnya kepada Korintus, dikabarkan bahwa jemaat Korintus berdukacita atau menangis tanda bertobat. Pertama kali Paulus menyesal karena ia telah memarahi jemaat Korintus, tetapi akhirnya ia sadar dan berkata, “namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh karena kami.” (2 Korintus 7:9) Orang yang memarahi kita dengan motivasi mengasihi kita pasti mengakibatkan orang yang dimarahi akan menyadari kesalahannya dan bertobat. Tetapi jika orang memarahi kita dengan motivasi menjatuhkan kita, akibatnya kita yang dimarahi akan membencinya dan menganggap dia sok tahu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;ketiga, menasihati/mendorong.&lt;/span&gt; Bukan hanya menegur dan memarahi, kita juga diperintahkan untuk membawa orang-orang yang telah kita tegur dan marahi tersebut kembali kepada Kristus. Teguran dan kemarahan yang baik pasti membawa orang-orang yang ditegur dan dimarahi tersebut menyadari dosa, menyesalinya dan bertobat serta kembali kepada Kristus. Bagian ketiga ini adalah solusi (konsep Penebusan) setelah konsep Kejatuhan disingkapkan. Orang yang gemar mencacimaki kesalahan orang lain tanpa memberikan solusinya, berhati-hatilah terhadap orang itu. Galatia 1:6-10 berisi kemarahan Paulus kepada jemaat Galatia, tetapi ia tak berhenti pada kemarahan, melainkan ia memberikan solusinya di ayat 11 s/d 24. Ini adalah contoh praktisnya dari teladan Paulus. Di dalam penginjilan, kita bukan hanya membukakan realita berdosa orang-orang yang kita injili, tetapi juga membawa mereka untuk melihat satu-satunya solusi dari Allah yaitu melalui Tuhan Yesus Kristus yang menebus dan mengampuni dosa manusia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;keempat, menegur, memarahi dan menasihati dengan segala kesabaran dan pengajaran.&lt;/span&gt; Ketiga hal di atas harus dilakukan dengan kasih dan pengajaran. Inilah keseimbangan yang Alkitab ajarkan. Banyak orang “Kristen” tidak seimbang di dalam hal ini. Ada yang terlalu radikal mengkritik ajaran orang lain tanpa mengasihinya (bahkan menyumpahinya masuk neraka/tidak selamat), sebaliknya ada yang terlalu kompromi (dengan dalih “kasih”) tetapi tidak mau mengajar (unsur pengajaran), sehingga semua dosa dianggap dari setan dan orang yang berdosa tidak perlu bertobat. Alkitab mengajarkan adanya keseimbangan, yaitu menegur, memarahi dan menasihati orang di dalam penginjilan harus dengan kesabaran (kasih ; Inggris : &lt;em&gt;longsuffering&lt;/em&gt;) dan pengajaran (Inggris : &lt;em&gt;doctrine&lt;/em&gt;). Kesabaran berarti ketika kita menegur, memarahi dan menasihati haruslah dengan kesabaran menunggu perubahan orang ynag kita tegur, marahi dan nasihati tersebut. Dengan kata lain, kita harus sabar (Jawa : &lt;em&gt;telaten&lt;/em&gt;) dalam memimpin orang-orang yang kita tegur, marahi dan nasihati tersebut. Pengajaran berarti sambil kita sabar memimpin orang-orang itu, kita tetap harus memberikan pengajaran atau mengajar mereka tentang iman Kristen yang beres, supaya nantinya orang-orang itu bertobat dengan iman yang beres (bukan bertobat menurut perasaan yang tidak jelas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Mengapa Pesan-pesan Penting Tersebut Begitu Penting ? (Tantangan Dalam Penginjilan/Pemberitaan Firman)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah memaparkan pesan-pesan penting di ayat 2, pertanyaan selanjutnya, apa yang mendasari Paulus memberikan pesan-pesan penting tersebut bagi Timotius ? Atau apa alasannya Paulus memesan Timotius untuk selalu memberitakan Firman dan menegur kesalahan orang sesuai Firman ? Di ayat 3-4, Paulus memberikan alasannya, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” Paulus menyadari bahwa manusia semakin lama bukan semakin mencintai kebenaran, tetapi semakin mencintai kejahatan dan membenci kebenaran. Oleh karena itu, ia membukakan realita kebobrokan manusia menjelang akhir zaman yang selalu menganggap diri “pintar”, “bijaksana”, dll dengan beberapa poin, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Pertama, manusia tidak tahan terhadap ajaran yang beres.&lt;/span&gt; Kata “tidak dapat lagi menerima ajaran sehat” di dalam ayat ini kurang tepat terjemahan. Di dalam terjemahan King James Version, kata ini diterjemahkan &lt;em&gt;endure&lt;/em&gt; (=bertahan/tahan), sehingga terjemahan yang lebih tepat, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(102, 102, 0);"&gt;For the time will come when they will not endure sound doctrine;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (=Karena waktunya akan datang ketika mereka tidak akan tahan mendengarkan ajaran-ajaran yang sehat dan kuat;) Kata “tidak tahan” menunjukkan adanya suatu kebosanan di dalam diri manusia terhadap hal-hal tertentu. Di dalam ayat ini, ketika kata “tidak tahan” muncul berarti manusia sudah bosan terhadap ajaran-ajaran firman Tuhan. Mengapa mereka tidak tahan mendengarkan ajaran Firman ? Ketika kita mundur sejenak melihat 2 Timotius pasal 3, kita akan menjumpai alasannya di ayat 2a, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” Lalu, mengapa mereka menjadi pecinta diri dan uang ? Jawabannya ada di dalam 2 Korintus 4:4, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” Dengan kata lain, manusia menjadi benci/tidak tahan mendengar suara kebenaran Firman karena mereka sudah dibutakan oleh ilah zaman ini, yaitu humanisme dan materialisme yang membawa manusia BUKAN kepada Allah sebagai Pencipta, tetapi kepada pemujaan diri sendiri dan ciptaan. Bagaimana dengan kita yang hidup di zaman postmodern ? Bukankah hal ini juga menimpa kita ? Banyak orang “Kristen” hari-hari ini sudah mulai bosan mendengarkan kebenaran Firman, mengapa ? Karena filsafat dunia yang atheis telah mengikat mereka sehingga mereka meskipun mengaku diri “Kristen” bahkan “melayani ‘tuhan’” adalah hamba dari filsafat-filsafat dunia tersebut (=hamba dosa). Tidak heran, kalau ada seorang dosen “Kristen” mengeluarkan pernyataan bahwa agama dengan science tidak ada hubungannya, karena ia telah dipengaruhi filsafat dualisme-nya Plato. Bagaimana dengan kita khususnya sebagai anak-anak Allah? Apakah kita sudah mulai bosan mendengar Firman ? Berhati-hatilah ketika kita sudah mulai bosan, karena di saat itu, iblis sedang menipu dan menjerat kita serta membawa kita untuk tunduk kepadanya dan mempercayainya. Bukan hanya bosan, manusia “Kristen” postmodern juga “alergi” terhadap kebenaran Firman, khususnya ketika nama Allah disebutkan di luar gereja. Banyak contoh yang membuktikan gejala dualisme ini dan yang paling parah terjadi di dalam lingkungan pendidikan yang mengklaim diri “Kristen”. Adalah sesuatu yang memang lucu dan aneh jika seorang “Kristen” merasa “alergi” (Jawa : risih) ketika nama Allah dan prinsip Alkitab diterapkan di dalam lingkungan pendidikan. Itulah definisi dari manusia yang tidak tahan terhadap ajaran yang beres. Mengapa mereka “alergi” ? Bukankah mereka itu “Kristen” ? Mereka “alergi” karena mereka lebih suka filsafat mereka yang dipengaruhi oleh postmodern dan filsafat-filsafat dunia atheis lah yang menjadi penentu hidup matinya dan bakan hidup mati orang lain, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, filsafat-filsafat tersebut lah yang saat ini dijejalkan kepada anak-anak didik di zaman postmodern ini. Pdt. Sutjipto Subeno pernah menceritakan bahwa di sekolah-sekolah Eropa, jika ada guru/dosen yang berani menyebut/mengajar tentang Allah ketika mengajar, guru/dosen tersebut langsung dipenjarakan. Sebaliknya, Pdt. Sutjipto mengatakan bahwa kalau guru/dosen tersebut mengajar tentang atheisme, guru tersebut diperbolehkan. Ya, inilah wajah dunia postmodern kita yang selalu merasa diri “pintar”, “hebat”, “bijaksana”, dll, tetapi hasilnya NOL BESAR dan saling berkontradiksi (Pdt. Dr. Stephen Tong menyebutnya : self-defeating contradiction).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup hanya tidak tahan terhadap ajaran yang benar, mereka juga melakukan tindakan &lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Kedua, mengumpulkan para guru menurut kehendaknya sendiri yang bisa membuat mereka senang (membuat telinga mereka gatal).&lt;/span&gt; Terjemahan King James Version mengartikannya, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(102, 102, 0);"&gt;but after their own lusts shall they heap to themselves teachers, having itching ears;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (=tetapi menurut nafsu mereka sendiri, mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendak mereka yang memiliki telinga yang gatal/keinginan yang kuat;) International Standard Version (ISV) menerjemahkannya, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(102, 102, 0);"&gt;For the time will come when people will not put up with healthy doctrine but with itching ears will surround themselves with teachers who cater to their own needs.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (Karena waktunya akan datang ketika orang-orang tidak akan tahan terhadap ajaran yang sehat tetapi dengan telinga gatal/keinginan yang kuat yang mengelilingi mereka dengan para guru yang menyediakan segala sesuatu untuk kebutuhan mereka sendiri.) Dengan kata lain, dari kedua terjemahan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa aksi mereka setelah membenci kebenaran adalah dengan hasrat/nafsu mereka sendiri (yang tentu saja menyesatkan), mereka mengumpulkan para guru yang cocok dengan nafsu mereka untuk mengajar mereka sesuatu yang mereka ingin untuk dengarkan. Mereka membenci kebenaran sejati dan mulai menciptakan “kebenaran” menurut versi mereka. Keinginan/nafsu birahi merekalah yang terutama dan terpenting serta dipuja-puji (&lt;em&gt;self-centered religion/“theology”&lt;/em&gt;). Itulah bibit muncul ajaran sesat. Aksi ini sudah terjadi di dalam Perjanjian Lama, di zaman Yesaya (baca Yesaya 30:10) dan berlangsung terus sampai menjelang akhir zaman. Di dalam sejarah gereja, misalnya, kita membaca bahwa orang-orang tertentu yang sudah mulai bosan mendengarkan kebenaran Firman, mereka mulai mengotak-atik doktrin lalu mulai memformulasikan doktrin-doktrin tertentu yang kelihatannya “indah” di mata dunia, tetapi sesat menurut Alkitab. Ambil contoh, seorang presbiter, Arius menciptakan doktrin yang menyangkal Allah Trinitas mungkin disebabkan karena doktrin ini (Trinitas : 3 pribadi Allah dan 1 esensi Allah) kurang masuk akal, selain penyebab utamanya adalah kalau Kristus itu juga bernatur Allah (selain manusia) maka itu akan merugikan kewibawaan Allah. Arianisme ini dianggap bidat di dalam Konsili Nicea pada tahun 325 A.D. Selain itu, ada Sabellianisme yang mengajarkan bahwa Allah itu bisa berganti peran, sehingga yang ditekankan bukan keberapaan Allah, tetapi kebagaimanaan Allah (ucapan seorang “pendeta” yang mantan Islam yang saat ini menjadi ketua Gereja Kemah Abraham). Nah, yang paling parah lagi, di zaman postmodern, ada seorang “pendeta” Kristen yang berani mengajar bahwa kepercayaan Kristen harus menjadi berkat bagi orang lain. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa kita (bukan kepercayaan kita) harus menjadi berkat! Mengapa orang ini berani mengeluarkan pernyataan ini ? Karena orang ini ingin berdialog dengan orang-orang yang beragama lain di dalam forum dialog antar agama yang “damai, tenteram dan sejahtera” tanpa konflik. Bukankah zaman postmodern ini memiliki ilah yaitu “kedamaian, ketenteraman, kasih, dll” tanpa Kebenaran dan keadilan Allah di dalam Alkitab ?! Berhati-hatilah terhadap ilah zaman postmodern yang mulai mendegradasikan kebenaran Firman Allah dan mulai menciptakan ajaran-ajaran baru yang kelihatan “indah dan penuh damai/kasih” di mata dunia berdosa tetapi jijik di mata Allah yang Mahakudus ! Mungkin kelihatan “indah dan penuh damai/kasih” secara fenomena, tetapi akhirnya Allah dan firman-Nya, Alkitab pasti lebih indah dan membukakan realita kemunafikan para pemuja ilah postmodern tersebut yang hanya mau menyenangkan diri manusia berdosa sambil menghina Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Tindakan mereka selanjutnya adalah memalingkan telinga dari kebenaran.&lt;/span&gt; Bukan hanya mengumpulkan guru-guru menurut nafsu birahi, mereka juga rela memalingkan telinga mereka dari kebenaran. Kata “memalingkan” dalam terjemahan KJV adalah &lt;em&gt;turn away&lt;/em&gt;. Kata “berpaling” berarti suatu tindakan yang berbeda 180 derajat dari tindakan asli. Kalau bertobat berarti berpaling 100% atau 180 derajat dari kegelapan menuju kepada terang Allah, maka pada ayat 4 ini berarti para pembenci kebenaran berpaling 100% atau 180 derajat dari kebenaran Firman (Inggris : &lt;em&gt;Truth&lt;/em&gt; ; Yunani : &lt;em&gt;alētheia&lt;/em&gt;). Meskipun menggunakan dua kata Yunani yang berbeda, Paulus di dalam Galatia 1:6 juga menggunakan arti kata yang sama, yaitu ketika ia menjelaskan bahwa jemaat Galatia lekas berbalik dari Allah yang memanggil mereka lalu mereka sekarang lebih mempercayai “injil-injil” palsu. Ini adalah ekses langsung setelah orang-orang tersebut mengumpulkan para guru untuk menjadi alat pemuasan nafsu birahi mereka. Artinya, kalau seseorang hanya mau mendengarkan ajaran yang cocok, maka otomatis ia sengaja menolak kebenaran. Tidak heran, banyak gereja/orang “Kristen” ketika ditegur kesalahannya dengan prinsip Alkitab yang beres, mereka akan mengatakan dengan dalih “rohani”, yaitu “jangan menghakimi”, “mari kita saling mengasihi”, dll. Motivasi di balik perkataan mereka jelas adalah mereka sebenarnya memalingkan telinga mereka dari kebenaran, karena mereka sudah cocok dengan ajaran yang tidak bertanggungjawab. Bagaimana dengan kita ? Apakah kita juga sama seperti mereka yang berlagak tahu tetapi sebenarnya tidak tahu apa-apa ? Marilah kita mengintrospeksi diri dan belajar rendah hati untuk menerima kesalahan kita dan apa yang kita ajarkan lalu bersama-sama kembali kepada Alkitab untuk dikoreksi sehingga kita nantinya dapat memuliakan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Tindakan mereka terakhir adalah membuka bagi/kembali kepada dongeng.&lt;/span&gt; Kata “dongeng” di dalam KJV diterjemahkan &lt;em&gt;fables&lt;/em&gt; dan Yunaninya &lt;em&gt;muthos&lt;/em&gt; bisa berarti mitos/fiksi. Ini adalah aksi mereka terakhir setelah memalingkan telinga mereka dari kebenaran, yaitu mereka mulai kembali/menggemari dongeng-dongeng atau fiksi-fiksi yang melawan kebenaran. Mengapa mereka menggemari fiksi ? Karena fiksi adalah sesuatu yang tidak nyata, dan mereka juga tidak menyukai realita/fakta yang membukakan kedok mereka selama ini. Dengan kata lain, fiksi adalah suatu ide/khayalan yang selalu diimpikan manusia. Kalau di zaman Paulus, fiksi digemari, maka di zaman postmodern, fiksi bukan hanya digemari, tetapi menjadi sarana konsumsi banyak orang postmodern. Tidak heran, novel fiksi (tetapi berani mengaku “fakta”) &lt;em&gt;The Da Vinci Code&lt;/em&gt; karya Dan Brown begitu laris di pasaran internasional (postmodern). Yang lebih lucu dan menggelikan, seorang teman saya yang non-Kristen (tentu tidak bisa membedakan antara fakta dan fiksi) di kampus Petra, Surabaya mengatakan bahwa setelah membaca novelnya Dan Brown itu, dosennya yang “Kristen” baru mengerti tentang Tuhan. Cobalah Anda mulai membangun presuposisi dari fiksi, maka di titik pertama, Anda akan jebol dan tidak dapat mengerti realita dengan jelas ! Mau bukti ? Baik, saya akan memberikan contoh sederhana, kita dapat belajar hasil dari 1+1 dari jawaban 2 (benar) atau dari jawaban fiksi 3, 4, dll (tentu salah) ? Kalau kita mengatakan bahwa kita bisa belajar hasil dari 1+1=2, maka kita mengambil dan membangun presuposisi yang benar, karena kita berangkat dari fakta kebenaran, bukan fiksi. Tetapi jika Anda berani mengatakan bahwa ide itu yang terutama, sehingga jawaban dari 1+1 diambil dari ide jawaban fiksi 3, 4, dll yang tentu saja salah, maka di titik pertama, saya dulu yang paling tidak usah mempercayai Anda, karena Anda sudah mempercayai fiksi, maka saya pun menganggap Anda hanyalah fiksi (dan tidak nyata). Kegagalan yang paling konyol di zaman postmodern adalah banyak orang tergila-gila dengan fiksi, tetapi menilai sesuatu dan memaksa orang menilai dirinya dengan fakta. Kembali ke contoh novelnya Dan Brown tadi. Brown mengatakan bahwa karyanya itu fiksi, tetapi data-datanya adalah suatu “fakta”. Inilah kebingungan yang dibangun sendiri oleh orang-orang postmodern yang gila. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap fiksi, dongeng, novel, dsb, karena itu bisa menipu dan mencelakakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Respon Terhadap Tantangan/Hambatan Dalam Penginjilan/Pemberitaan Firman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Menanggapi ayat 3 s/d 4, seringkali orang menjadi kesal, marah, tidak sabar, dll, tetapi uniknya Paulus mengajar Timotius di ayat 5, “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” Ada beberapa prinsip yang dapat kita pelajari di sini, yaitu respon internal dan eksternal :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Pertama, menguasai diri dalam segala hal (respon internal).&lt;/span&gt; Kata “kuasailah” dalam terjemahan KJV adalah &lt;em&gt;watch&lt;/em&gt; yang bisa berarti waspada/perhatikanlah. Dalam bahasa Yunani, kata ini adalah &lt;em&gt;nēphō&lt;/em&gt; bisa berarti &lt;em&gt;abstain from wine&lt;/em&gt; (=berpantang terhadap/dari anggur) atau &lt;em&gt;keep sober&lt;/em&gt; (=tetap sadar/tidak mabuk). Sungguh unik, kata menguasai di dalam bahasa Yunani di atas menggunakan arti yang sama dengan berpantang dari anggur, artinya tidak mabuk. Dengan kata lain, kata kesadaran berkaitan erat dengan terus berjaga-jaga (tidak melamun). Di dalam menghadapi hambatan-hambatan di dalam pelayanan penginjilan, kita seringkali menjadi putus asa, marah, dll, tetapi di dalam bagian ini Paulus memperingatkan Timotius untuk menguasai diri atau tetap sadar dalam segala hal. Kesadaran yang terus-menerus di dalam pelayanan penginjilan sangatlah penting dan dibutuhkan, karena tanpa kesadaran yang ekstra, kita dengan mudahnya emosional ketika menghadapi hambatan. Bagaimana supaya kita bisa menguasai diri ? Adam Clarke dalam tafsirannya &lt;em&gt;Adam Clarke’s Commentary on the Bible&lt;/em&gt; merujuk kepada doa sebagai sarana kita menguasai diri. Paulus mengajarkan, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;... Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (Efesus 6:18) Di bagian lain, Paulus mengungkapkan, “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.” (Kolose 4:2) Khusus di dalam Kolose ini, Paulus mengaitkan doa dengan tetap berjaga-jaga sambil bersyukur. Inilah kunci kita menguasai diri ketika menghadapi tantangan, yaitu berdoa sambil tetap berjaga-jaga dan bersyukur. Berdoa membuktikan kita berserah total kepada Allah dan terus meminta pertolongan-Nya supaya menguatkan kita di dalam pelayanan penginjilan kita. Lalu, berjaga-jaga membuktikan bahwa kita bukan hanya terus berdoa, tetapi juga tetap berwaspada/siaga sambil bersyukur atas anugerah Allah. Berjaga-jaga juga berarti kita tidak perlu terlalu tergesa-gesa dalam mengambil suatu tindakan. Tindakan tergesa-gesa bukanlah tindakan yang baik, karena tindakan tersebut bisa mengakibatkan kerugian dan kegagalan yang fatal dan sia-sia. Sebaliknya, tindakan berjaga-jaga adalah tindakan yang baik, karena ada semacam penantian dan pengamatan teliti terhadap segala sesuatu. Bagaimana kita bisa berjaga-jaga menguasai diri ? Selain berdoa, dengan membaca Alkitab. Dengan membaca Firman Tuhan, kita akan terus disegarkan, dicerahkan dan diingatkan serta ditegur tentang apa yang kita ajarkan, bagaimana pelayanan kita, dll. Dengan kata lain, doa dan pembacaan Firman terus membuat kita mengintrospeksi diri di dalam pelayanan penginjilan, sehingga kita terus-menerus dapat melayani Tuhan untuk kemuliaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Kedua, tahanlah dalam menderita (respon internal).&lt;/span&gt; Kata “sabarlah menderita” dalam terjemahan KJV adalah &lt;em&gt;endure afflictions&lt;/em&gt; (=tahanlah dalam penderitaan). Dalam bahasa Yunani, kata ini adalah &lt;em&gt;kakopatheō&lt;/em&gt; bisa berarti &lt;em&gt;undergo hardship&lt;/em&gt; (=alami/jalanilah penderitaan/kesengsaraan). Selain kita menguasai diri dalam segala hal, Paulus memerintahkan Timotius (dan juga kita) untuk mengalami penderitaan. Kata “sabarlah menderita” kurang tepat karena kata ini bisa disalahartikan dengan pengertian bahwa kita hanya disuruh tahan/sabar di dalam penderitaan, tetapi arti sebenarnya adalah kita harus mengalami penderitaan itu (bukan hanya tahan/sabar). Di dalam pelayanan penginjilan, kita diwajibkan harus menderita. Tuhan Yesus mengingatkan kita, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (Matius 10:38) Paulus di dalam 2 Timotius 3:12 mengingatkan Timotius dan juga kita, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” Di zaman Paulus, penderitaan datang ketika orang-orang enggan atau malas mendengarkan suara kebenaran Firman, maka di zaman postmodern, kita pun menghadapi tantangan yang lebih berat lagi yaitu bukan hanya orang malas mendengarkan Firman, orang postmodern semakin lama “alergi” terhadap kebenaran dan mulai mengganti kebenaran dengan “kebenaran” (lihat ayat 3 dan 4). Di dalam penderitaan di abad postmodern ini, kita dituntut untuk mengalami penderitaan. Orang yang melayani Tuhan tetapi tidak mau ambil resiko, tidak mau menderita, dll sesungguhnya tidak layak disebut pelayan Tuhan. Justru, orang yang mau melayani Tuhan dan tetap berpegang pada prinsip Alkitab dengan ketat harus berani dan siapmengambil resiko : dihina, difitnah, dicacimaki, dll oleh orang lain. Sudah terlalu banyak contoh yang seharusnya menjadi teladan bagi kita. Dari sejarah gereja, kita membaca sejarah Bapa Gereja Athanasius, Augustinus (melawan bidat Pelagianisme dan Semi-Pelagianisme), Dr. Martin Luther (melawan tokoh bidat Erasmus dan mengkritik kesalahan Roma Katolik), John Calvin (melawan Arminianisme dari Jacobus Arminius), kaum Calvinis di Perancis yang diusir oleh gereja Roma Katolik, dll. Semua anak Tuhan yang melayani Tuhan dan tetap berpegang teguh pada Alkitab pasti diusir, dihina, difitnah, dicacimaki oleh orang lain (bahkan oleh sesama orang “Kristen”). Itu adalah hal yang wajar, karena Tuhan Yesus sendiri berfirman, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (Yohanes 16:2) Sungguh aneh memang, orang yang mengaku berbakti bagi “Allah” tetapi membunuh orang lain. Memang konteks Yohanes 16:2 adalah Tuhan Yesus sedang berbicara mengenai orang-orang Yahudi yang nantinya akan membunuh para rasul Kristus, tetapi ayat ini juga dapat menjadi refleksi bagi kita tentang penganiayaan yang akan kita tanggung dari teman kita dari agama mayoritas di Indonesia (jangan menyebut mereka sebagai “saudara”, karena mereka bukan di dalam Kristus -&gt; Alkitab memakai istilah &lt;em&gt;brethren&lt;/em&gt; bagi saudara-saudara seiman di dalam Kristus), di mana mereka mengklaim bahwa mereka sedang melayani “Allah” ketika mereka berani berjihad ria atau membunuh orang lain (orang “kafir”). Bagaimana dengan kita ? Apakah kita mau melakukan semua itu, yaitu menderita aniaya di dalam melayani Tuhan ? Ataukah kita lebih mempercayai ajaran kemakmuran yang mengajarkan bahwa percaya “Yesus” pasti kaya, sukses, makmur, sehat, dll, bahkan tak pernah digigit nyamuk ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya respon internal (ke dalam), Paulus menuntut kita respon positif atau eksternal (ke luar). Di dalam tantangan yang kita hadapi di dalam pelayanan penginjilan, Paulus mengingatkan kita tentang 2 respon eksternal yang harus kita lakukan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Pertama, melakukan pekerjaan pemberita Injil.&lt;/span&gt; Kita jangan hanya duduk termenung, hanya berespon ke dalam/internal ketika menghadapi penderitaan. Tindakan itu bukan tindakan yang memberikan solusi terhadap tantangan. Tetapi kita dituntut Paulus untuk berani bereaksi ke luar, yaitu tetap memberitakan Injil. Mungkin kita berpikir bahwa kalau kita sudah menghadapi tantangan yang berat di dalam pelayanan penginjilan (ayat 3 dan 4), untuk apa lagi kita tetap menginjili ? Bukankah itu percuma ? TIDAK. Justru, tidak percuma. Ketika kita tetap mengabarkan Injil Kristus meskipun ada tantangan di dalamnya, itu membuktikan bahwa iman kita bukan didasarkan/bersumber pada tantangan dan kesulitan, tetapi pada/di dalam Kristus yang melalui Roh Kudus menguatkan dan mengurapi kita di dalam pelayanan penginjilan. Untuk hal ini, marilah kita belajar dari Paulus. Rasul Paulus adalah rasul Kristus yang giat mengabarkan Injil kepada orang-orang Yahudi, meskipun ia tahu bahwa mereka terus melawan Injil. Ini membuktikan bahwa Paulus tidak beriman di dalam kesulitan yang dihadapi, tetapi pada/di dalam Kristus yang mendorongnya untuk menginjili. Tetapi hal ini tidak berarti kita terus-menerus memberitakan Injil kepada orang yang di titik pertama sudah menolak Injil mentah-mentah atau kita membuat Injil menjadi murah. Kita tetap harus memberitakan Injil meskipun orang-orang menolaknya artinya bukan berarti kita terus “memaksa” orang untuk menerima Injil, tetapi fokus kita bukan kepada orang yang sama tetapi kepada orang yang berbeda. Ketika orang yang kita injili di titik pertama sudah menghina dan mencacimaki Injil, maka kita tak perlu lagi datang untuk kedua kalinya di waktu dekat, tetapi kita perlu mendatanginya mungkin beberapa tahun kemudian untuk mengingatkannya lagi tentang Injil atau memberitakan Injil kepada orang lain yang belum mendengar Injil. Mengapa ini harus dilakukan ? Karena kita percaya, “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;...Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” (Roma 1:16) Di dalam Injil, ada kuasa Allah melalui Roh Kudus yang mengubah dan mempertobatkan orang berdosa agar kembali kepada Kristus. Ketika kita percaya di dalam kuasa Injil sejati, maka kita tidak lagi hanyut di dalam penderitaan, tetapi menerobos segala penderitaan untuk terus memberitakan Firman/Injil. Ingatlah, di dalam penderitaan, ada kuasa Roh Kudus yang tetap memimpin dan mendorong kita untuk tetap dan terus memberitakan Firman/Injil. Marilah kita belajar dari Paulus di dalam Kisah Para Rasul 14:19-20, yaitu setelah ia dilempari batu oleh masyarakat Listra, ia tetap memberitakan Injil ke Derbe setelah para murid mengelilinginya. Paulus bukan seorang yang lemah imannya, tetapi sangat beriman, sehingga setiap kesulitan dilewatinya dengan iman yang teguh di dalam Kristus. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memiliki iman yang terus berfokus kepada Kristus di dalam kita mengabarkan Injil dan memberitakan Firman. Biarlah kita meneladani Paulus juga yang berani mengatakan, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil,…&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (Roma 1:16a) Terjemahan yang lebih tepat dari KJV tentang ayat ini, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;For I am not ashamed of the gospel of Christ:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (=Karena aku tidak malu akan Injil Kristus). Ketika Paulus tidak malu akan Injil Kristus, bagaimana dengan kita sebagai anak-anak sekaligus hamba-hamba-Nya ? Apakah kita malu akan Injil atau kita berani memberitakan Injil karena kita percaya pada kuasa Injil sejati ? Ketika kita malu akan Injil, kita kalah dengan Paulus dan seharusnya kita tidak layak disebut hamba dan pelayan Kristus, tetapi respon yang benar dari kita adalah kita tidak malu sedikitpun akan Injil Kristus dan berani memberitakan Firman dan Injil meskipun tantangan merintangi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Kedua, menyelesaikan/menunaikan tugas pelayanan kita.&lt;/span&gt; Kata “menunaikan” berarti menyelesaikan atau merampungkan. Dengan kata lain, kita bukan hanya dituntut untuk tetap memberitakan Injil meskipun ada tantangan, kita pun dituntut untuk menyelesaikan apa yang menjadi tugas pelayanan kita. Pelayanan sejati adalah pelayanan yang dikerjakan dari awal sampai akhir sambil berpegang dan berserah total kepada-Nya. Ketika kita melayani Tuhan di dalam pemberitaan Firman dan penginjilan, kita pun harus menunaikan pekerjaan pelayanan kita sampai tuntas sambil berserah kepada-Nya. Pekerjaan yang dikerjakan setengah-setengah bukanlah pekerjaan yang bertanggungjawab, tetapi ketika kita bekerja dengan hati, kita akan mengerjakan segala sesuatu sampai habis/selesai. Demikian juga di dalam pelayanan, ketika kita melayani Tuhan dengan hati yang berkobar-kobar, maka kita akan dan pasti mengerjakan pelayanan kita sampai selesai. Penunaian tugas pelayanan membuktikan kita setia di dalam mengerjakan mandat dari Allah. Bukan hanya sampai selesai, di ayat 7 di 2 Timotius 4 ini, Paulus mengatakan bahwa ia juga telah memelihara iman. Penunaian tugas pelayanan itu penting tetapi jika disertai dengan pemeliharaan atau pemurnian iman dan motivasi melayani, itu juga sia-sia. Memelihara iman jangan diartikan memelihara keselamatan supaya tidak hilang. Memelihara iman berarti menundukkan diri dan hati kita di hadapan Allah sambil berserah. Ingatlah, kata “beriman” atau “iman” dalam bahasa Yunani &lt;em&gt;pistis&lt;/em&gt; berarti penyerahan/kebergantungan kepada Allah. Jadi, memelihara iman adalah memelihara kesanggupan kita untuk terus bergantung dan berserah kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam melayani Tuhan di dalam memberitakan Firman/Injil, sudah pasti kita mengalami berbagai macam penderitaan dan kesulitan, karena dunia kita adalah dunia berdosa dan gelap, tetapi sudah menjadi kewajiban kita untuk tetap memberitakan Injil dan menunaikan pelayanan kita sebagai wujud kesetiaan kita terhadap mandat yang Allah berikan. Sudahkah dan masihkah kita tetap setia mengabarkan Injil Kristus di dalam dunia postmodern yang semakin rusak ini ? Ataukah kita malahan justru terlalu berkompromi dengan dunia dan akhirnya kita tidak ada bedanya dengan orang-orang dunia ? Biarlah perenungan kelima ayat ini menjadi perenungan yang menegur, mengkritik, membawa dan memimpin kita semakin dekat dengan apa yang Tuhan inginkan di dalam pelayanan kita. Semakin kita melayani Tuhan, kita justru semakin menyadari tanggung jawab dan resiko yang berat, lalu kita semakin berserah dan bergantung kepada Allah sambil tetap berwaspada dengan berdoa dan mempelajari Firman Allah (Alkitab). Biarlah Tuhan memakai kita di dalam melayani-Nya dengan bertanggungjawab dan sungguh-sungguh. Soli Deo Gloria. Amin.&lt;/div&gt;   &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; Posted by &lt;span class="fn"&gt;Denny Teguh Sutandio&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; at &lt;a class="timestamp-link" href="http://dennytan.blogspot.com/2007/07/true-concept-of-ministry-and-preach.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2007-07-09T11:21:00+07:00"&gt;11:21 AM&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5640386892883409748&amp;amp;postID=1343765335054136252&amp;amp;isPopup=true" onclick="'javascript:window.open(this.href," toolbar="0,location="0,statusbar="1,menubar="0,scrollbars="yes,width="400,height="450"&gt;0 comments&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-525054609"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=5640386892883409748&amp;amp;postID=1343765335054136252" title="Edit Post"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" width="18" height="18" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; Labels: &lt;a href="http://dennytan.blogspot.com/search/label/Renungan" rel="tag"&gt;Renungan&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;&lt;span class="post-location"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;   &lt;a name="4231242871086758644"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://dennytan.blogspot.com/2007/07/roma-25-keadilan-allah-terhadap.html"&gt;Roma 2:5 : KEADILAN ALLAH TERHADAP TINDAKAN MANUSIA-1&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;div align="center"&gt;Seri Eksposisi Surat Roma :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Realita Murka Allah-8&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 180%; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Keadilan Allah Terhadap Tindakan Manusia-1&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Denny Teguh Sutandio&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nats : &lt;strong&gt;Roma 2:5&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat sebelumnya, ayat 4, Firman Tuhan sudah mengajarkan bahwa maksud kemurahan-Nya adalah menuntun kepada pertobatan, tetapi herannya manusia yang sudah diberitahu fakta ini menyangkal bahkan mereka tetap mengeraskan hati mereka sehingga tidak mau bertobat. Paulus mengatakan di ayat 5, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” atau dalam terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tetapi kalian keras kepala dan tidak mau berubah. Oleh sebab itu kalian sendirilah yang membuat hukumanmu menjadi bertambah berat pada Hari Kiamat, bila Allah menyatakan murka-Nya dan menjatuhkan hukuman yang adil.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” Di dalam terjemahan King James Version (KJV), ayat ini diterjemahkan, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;But after thy hardness and impenitent heart treasurest up unto thyself wrath against the day of wrath and revelation of the righteous judgment of God;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” Frase “kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat” di dalam terjemahan KJV digabungkan menjadi, “hatimu yang keras/tidak berperasaan dan tidak mau bertobat”. Di sini, terjemahan KJV menggabungkan antara hati yang keras/tidak berperasaan/keras kepala dengan hati yang tidak mau bertobat. Mengapa ada penggabungan ini ? Karena : Pertama, bagi Paulus, pertobatan tidak terjadi mulai dari pikiran atau perbuatan, tetapi dari hati/iman. Dan iman/hati dahulu lah yang perlu dikoreksi dan diperbaharui. Di sepanjang sejarah Perjanjian Lama, bangsa Israel begitu antusias beribadah menyembah Allah, secara kasat mata, mereka kelihatan religius, tetapi benarkah prinsip hidup mereka seperti demikian ? Amos 5:21-24, Tuhan memperingatkan mereka dengan keras, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” Bukankah ketika memilih Daud menjadi raja Israel menggantikan Saul, Allah lebih melihat hati ketimbang apa yang nampak di luar ? Di sini membuktikan bahwa Allah tidak ditipu oleh sesuatu fenomena yang tampak bagus di luar, tetapi Allah melihat hati manusia sebagai sesuatu yang terdalam di dalam pribadi manusia. Amsal 20:27 (Bahasa Indonesia Sehari-hari) menegaskan, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hati nurani manusia merupakan terang dari TUHAN yang menyoroti seluruh batin.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” Kata “hati nurani” sama artinya dengan roh yang dalam bahasa Ibrani neshâmâh berarti &lt;em&gt;wind&lt;/em&gt; (angin), &lt;em&gt;vital breath&lt;/em&gt; (pernapasan vital), divine inspiration (inspirasi Ilahi). Di dalam doktrin tentang dikotomi (manusia dibagi menjadi tubuh dan jiwa/roh), antara roh dan hati tidak dapat dibedakan, karena kedua-duanya satu kesatuan dan Alkitab menggunakannya silih berganti membuktikan bahwa kedua istilah ini yaitu antara roh dan jiwa adalah satu kesatuan/sama. Ketika hati manusia mengeraskan hati dan tidak mau bertobat, maka hati ini akan mempengaruhi pikiran dan akhirnya menentukan tindakan manusia yang tidak karuan (Dr. Francis A. Schaeffer, “&lt;em&gt;I do what I think and I think what I believe&lt;/em&gt;”{“Aku melakukan apa yang kupikirkan dan aku berpikir apa yang kupercaya”}). Mengapa Dan Brown menulis buku The Da Vinci Code ? Saya yakin sepenuhnya di balik presuposisi penulisan Dan Brown ini ada semacam hati yang memberontak terhadap Allah dan ingin melecehkan-Nya, meskipun buku yang ditulisnya disebut novel/fiksi (sekaligus “fakta”).&lt;br /&gt;Kedua, Paulus yang menggabungkan dua kata yang menggabungkan antara hati yang keras dan tidak mau bertobat ingin menjelaskan bahwa ketika hati manusia tidak berperasaan tentulah hati itu tidak mau bertobat. Hati yang keras/tidak berperasaan ini berarti hati yang bersikukuh pada pendiriannya sendiri, menganggap diri sendiri paling benar, dan itulah hati/iman yang TIDAK bersandar kepada Tuhan, tetapi kepada diri. Itu yang saya sebut sebagai self-centred faith/self-centred heart. Hati yang lebih mengagungkan pendirian diri tentulah mengakibatkan hati tersebut enggan mengakui segala keberdosaannya dan berbalik kepada Tuhan, secara otomatis hati ini menghasilkan hati yang tidak mau bertobat. Dunia postmodern ini juga tidak jarang dijumpai banyak orang dunia (termasuk orang “Kristen) yang mengaku diri “beriman” atau “berhati baik”, tetapi sebenarnya “iman” atau “hati” mereka hanya bersandar kepada diri. Kalau mereka benar-benar memiliki hati yang baik, maka ketika Tuhan datang dan mencerahkan hati mereka, mereka pasti bertobat, tetapi kenyataannya berbalik 180 derajat. Mereka bukan saja tidak bertobat, malahan mereka menghina Kristus yang tersalib, Alkitab sebagai satu-satunya Wahyu Allah yang final, dll. Inikah bukti bahwa hati mereka “baik” ? TIDAK. Tepat seperti yang Paulus ungkapkan bahwa hati yang tidak berperasaan/keras pasti menghasilkan hati yang tidak mau bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang terjadi dengan orang yang hatinya keras dan tidak mau bertobat ini ? Banyak orang dunia menyangka bahwa justru ketika mereka hidup sembrono, hidup mereka bakal menjumpai kesejahteraan dan kekayaan, tetapi benarkah Alkitab berkata demikian ? Di dalam ayat 5 frase berikutnya, Paulus menjelaskan, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkan, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Oleh sebab itu kalian sendirilah yang membuat hukumanmu menjadi bertambah berat pada Hari Kiamat, bila Allah menyatakan murka-Nya dan menjatuhkan hukuman yang adil.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;”) Paulus memaparkan fakta bahwa justru mereka yang hatinya keras dan tidak mau bertobat ini sebenarnya sedang menimbun murka Allah pada diri mereka sendiri. Bangsa Israel ketika hati mereka menyeleweng dari Allah dengan menyembah ilah-ilah lain, mereka harus menanggung hukuman Allah, yaitu dibuang ke Babel dan negara-negara kafir lainnya yang mengakibatkan bangsa Israel kehilangan identitas mereka. Bagaimana dengan Hawa ? Kejadian 3 memberitahu kita bahwa dosa manusia pertama tidak terjadi ketika Hawa mulai memetik buah itu atau bahkan memakannya, tetapi dosa Hawa terjadi ketika hatinya tidak mau berpaut dan taat kepada Allah lalu lebih menuruti suara iblis. Lalu, apakah setelah demikian, Hawa menjadi bebas/merdeka ? TIDAK ! Justru di dalam keberdosaannya, Hawa (dan suaminya, Adam) sedang menimbun murka Allah yang dahsyat, yaitu dibuang dari Taman Eden. Keadaan manusia di akhir zaman nantinya pun akan berlaku hal yang sama, di mana mereka yang tetap menolak untuk percaya kepada Kristus, merekalah yang harus menerima kematian kedua, yaitu api neraka (Wahyu 20:14-15). Ini membuktikan tindakan manusia harus dipertanggungjawabkan kelak di hari penghakiman. Sayangnya di abad postmodern ini, manusia dunia (bahkan banyak orang “Kristen”) lebih memuja istilah “hak asasi” ketimbang tanggung jawab. Benarkah merupakan suatu hak asasi jika Dan Brown menulis &lt;em&gt;The Da Vinci Code&lt;/em&gt; lalu hak asasinya bisa dibenarkan ? Saya yakin TIDAK. Meskipun itu merupakan suatu hak asasinya, jika ia tidak segera bertobat, hak asasinya itulah yang harus dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Tuhan (2 Korintus 5:10). Kalau abad yang gila ini sedang menggemari istilah “hak asasi”, tetapi yang lebih aneh lagi, penggemar istilah inilah yang justru merugikan hak asasi orang lain. Coba lihatlah kasus di Indonesia, di mana banyak buruh berdemonstrasi menuntut hak asasi mereka, yaitu kenaikan gaji, dipenuhi, tetapi herannya mereka tidak sadar bahwa karena tindakan demonstrasi mereka (yang mayoritas mogok kerja), bos-bos mereka mengalami kerugian (hak asasi si bos). Inikah hak asasi ? Bagi saya, hak asasi tanpa tanggung jawab bukanlah hal yang baik. Dari mana muncul pengertian tanggung jawab manusia ? Dari dunia ? TIDAK MUNGKIN ! Hanya dari keKristenan yang mengerti konsep tanggung jawab manusia berdasarkan perintah Allah di dalam Alkitab. Islam, Budha, dll tidak pernah mengerti istilah ini dengan tepat, mengapa ? Karena mereka hanya diajarkan untuk berbuat baik, tanpa mengerti alasan dan esensinya ? Yang lebih mengherankan, ketika saya mempresentasikan sebuah bahan yang salah satunya membahas dan mengkritik buku &lt;em&gt;The Da Vinci Code&lt;/em&gt;, seorang teman saya yang beragama Budha di kampus Petra mengatakan bahwa saya sedang “menghakimi” dan baginya, Dan Brown memiliki hak asasinya untuk menulis buku tersebut. Kalau kita menyelidiki ajaran Budha, maka di dalam Budhisme, tidak ada konsep tentang tanggung jawab, mengapa ? Karena Budhisme mengajarkan konsep reinkarnasi, semua orang baik yang hidup baik atau jahat kelak akan mati dan akan menjadi makhluk lain (kalau selama hidupnya orang itu berbuat baik maka orang itu menjadi manusia lagi, sedangkan kalau selama hidupnya seseorang berbuat jahat maka orang itu bakal menjadi anjing/semut/dll). Lalu, mereka juga tidak mengerti esensi dan alasan berbuat baik, karena mereka mempercayai bahwa perbuatan baik harus dicapai untuk mencapai “nirwana/sorga”. Bagaimana mungkin mereka mengerti esensi dan alasan berbuat baik ditambah pentingnya tanggung jawab manusia ? Di dalam theologia Reformed yang berusaha mengerti dan menafsirkan Alkitab sedekat dan setuntas mungkin mengajarkan bahwa tanggung jawab manusia tetap ada sebagai respon terhadap kedaulatan Allah. Jangan mengerti theologia Reformed sebagai presuposisi theologia yang hanya menekankan kedaulatan Allah dan membuang tanggung jawab manusia ! Itu bukan theologia Reformed, tetapi &lt;em&gt;Hyper-Calvinism&lt;/em&gt; (yang tidak ada bedanya dengan konsep takdir di dalam Islam). Sedangkan Arminianisme (lawan Calvinisme/theologia Reformed) terlalu menekankan tanggung jawab manusia dan menghilangkan kedaulatan Allah, sehingga yang dipentingkan adalah kehendak bebas manusia dan bukan Allah (meskipun konsep ini enggan mereka akui di dalam kepercayaan mereka). Kembali, di dalam theologia Reformed dan ditegaskan oleh Pdt. Dr. Stephen Tong bahwa manusia itu hidup bukan berdasarkan apa yang ia pikirkan, tetapi apa yang ia responi terhadap anugerah Allah. Hidup manusia yang salah satunya berisi tanggung jawab di dalamnya adalah respon terhadap anugerah dan kedaulatan Allah. Jadi, ketika manusia berdosa, jangan menyalahkan Allah yang menciptakan dosa. Dosa, meskipun diizinkan (bukan diciptakan) Allah, tetap adalah ulah manusia yang nantinya harus dipertanggungjawabkan manusia. KeKristenan, khususnya theologia Reformed menolak dengan tegas istilah TAKDIR, lalu menyamakan semua detik kehidupan manusia termasuk yang buruk sekalipun (termasuk cerai, berzinah, menikah lagi, dll) sudah ditakdirkan Allah. Itu gila namanya. Allah tidak pernah memimpin manusia kepada kejahatan, tetapi Allah mengizinkan/membiarkan mereka hidup tidak beres. Ayat yang baru kita baca tadi mengingatkan kita tentang pentingnya tanggung jawab manusia sebagai respon terhadap kedaulatan Allah. Ketika Allah sudah menyatakan diri-Nya kepada manusia dan manusia tetap menolaknya, maka manusia itu tetap harus mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka tolak (meskipun penolakan manusia ini sudah ditentukan Allah sejak semula sebagai sisa-sisa manusia yang telah dipilih-Nya dahulu) kelak di hadapan tahta penghakiman Allah yang adil dan dinyatakan/disingkapkan (KJV, “&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;treasurest up unto thyself wrath against the day of wrath and revelation of the righteous judgment of God;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau manusia di abad postmodern yang terus mendengungkan kasih Allah, maukah kita menyadari bahwa di dalam kasih Allah, juga terdapat keadilan dan murka-Nya ? Ayat 5 yang sedang kita renungkan saat ini mengingatkan kita bahwa murka dan hukuman Allah tetap berlangsung bagi mereka yang menolak-Nya. Hari ini, maukah kita bertobat dan kembali kepada-Nya dengan pengertian yang bertanggungjawab ?&lt;br /&gt;By Denny Teguh Sutandio&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-2912021800934146214?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/2912021800934146214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=2912021800934146214&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/2912021800934146214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/2912021800934146214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/10/true-concept-of-ministry-and-preach.html' title='THE TRUE CONCEPT OF MINISTRY AND PREACH THE GOSPEL'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-7095782930449407646</id><published>2009-10-02T22:36:00.001-07:00</published><updated>2009-10-02T22:37:06.384-07:00</updated><title type='text'>Pembawa damai sejaterah</title><content type='html'>&lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;Shalom!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;Sebagai orang Kristen, pada umumnya kita tidak asing dengan penggunaan salam ’Shalom’ kepada sesama anak-anak Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;Shalom artinya damai sejahtera. Saat mengucapkan salam tersebut, apakah kita sudah benar-benar memahami makna apa yang terkandung di dalamnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam injil Yohanes 20:19-22, Yesus berkata: &lt;i&gt;”Damai sejahtera bagi kamu!”&lt;/i&gt; Salam tersebut disampaikan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, setelah Dia bangkit. Pada waktu itu hanya berkumpul 10 orang murid, karena Yudas sudah mati dan salah seorang murid Yesus bernama Tomas tidak hadir. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;Setelah menunjukkan luka-luka yang diderita-Nya di kayu salib, kemudian Yesus berkata sekali lagi: &lt;i&gt;”...Damai sejahtera bagi kamu! &lt;u&gt;Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; Inilah makna yang terkandung di dalam ucapan ’Shalom’ tersebut. Suatu pengutusan! Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya supaya meng-estafet-kan damai sejahtera kepada orang lain, sama seperti Allah Bapa telah mengutus-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita merenungkan, apakah saat ini kita hanya mau menerima damai sejahtera dari Tuhan saja, namun kita tidak terbeban untuk mengambil bagian di dalam menjalankan apa yang telah ditugaskan oleh Bapa Surgawi kita? Artinya kita tidak mau bergerak ke luar gereja untuk memberitakan atau mengestafetkan ’Shalom’ tersebut kepada orang lain? Apakah kita hanya berani mengucapkan ’Shalom’ dengan nyaring di dalam gedung gereja, tetapi di luar lingkungan gereja kita hanya mengucapkan ’Shalom’ secara terbatas, berbisik karena takut terdengar orang lain? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;Bukankah kita diberi tugas oleh Yesus untuk memberitakan ke semua orang, apa arti kata ’Shalom’? Sadarlah, bahwa kata ’Shalom’ berhubungan erat dengan misi Yesus!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bahasa Yunani, selain berarti &lt;i&gt;damai sejahtera&lt;/i&gt;, ’Shalom’ juga mengandung arti &lt;i&gt;kerukunan&lt;/i&gt;, dan berakar dari kata:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;mau bersatu&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;Itulah arti ’Shalom’ yang kita ucapkan, harus disertai dengan suatu beban dalam hati akan adanya &lt;i&gt;suatu kerinduan dan kemauan untuk bersatu&lt;/i&gt;, bekerja sama dengan orang yang kita beri salam! Tidak sekedar ucapan salam biasa!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; letter-spacing: -0.1pt;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, bahwa Yesus adalah pribadi Firman Allah! Jika Yesus mengucapkan kata itu kepada murid-murid-Nya, pasti mengandung makna yang sangat dalam, sebab Yesus menyatakan bahwa Dia telah memberikan damai sejahtera-Nya kepada mereka!&lt;br /&gt;Tugas mengestafetkan damai sejahtera diberikan, karena Tuhan merindukan supaya &lt;i&gt;seluruh umat manusia&lt;/i&gt; di dunia memiliki damai sejahtera! Kita harus memiliki kerinduan yang sama seperti Tuhan Yesus, yaitu supaya orang-orang di sekitar kita merasakan damai sejahtera, bahkan seluruh Indonesia bisa mengalami damai sejahtera!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, di tempat di mana permasalahan terjadi di situlah kita sebagai anak-anak Tuhan hadir membawa pesan damai dari Tuhan! Bukan malah memperkeruh keadaan yang sudah kacau. Ini merupakan teguran yang keras bagi kita! Bagaimana makna kehadiran kita di lingkungan sekitar kita? Apakah kita membawa damai sejahtera dari Tuhan atau malah menghilangkan damai sejahtera itu? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Kata ’&lt;i&gt;damai&lt;/i&gt;’ juga memiliki pengertian membebaskan atau dihindarkan dari konflik! Seharusnya di tempat-tempat yang terjadinya suatu konflik atau permasalahan,  jika anak-anak Tuhan atau hamba-hamba Tuhan muncul, konflik itu bisa diredakan sehingga terjadi ketenangan atau ketenteraman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Kita telah tahu bahwa saat pertama kali Tuhan Yesus memberikan salam ’Shalom’ kepada murid-murid-Nya, Tomas tidak hadir. Tentu murid-murid lainnya kemudian menceritakan kepada Tomas tentang pengalaman mereka menerima kata ’Shalom’ sebanyak dua kali dari Tuhan Yesus, serta menerima hembusan Roh Kudus. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;Suatu pengalaman luar biasa yang tidak dialami Tomas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bahwa Tomas memang sering dianggap bersikap tidak atau kurang memiliki iman, namun kita juga harus mengakui bahwa ada suatu sikap yang baik dari Tomas, yaitu dia tidak mudah percaya, tidak mudah &lt;i&gt;ikut-ikutan&lt;/i&gt; orang lain! Tomas berkata kepada mereka, &lt;i&gt;"Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 13.85pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Terjadilah pertemuan kedua dengan Yesus yang telah dibangkitkan, dimana Tomas ikut hadir, seperti tertulis di dalam&lt;br /&gt;Yohanes 20:26-28. Yesus kembali hadir di tengah-tengah mereka dan menyampaikan kata ’Shalom’ kepada mereka.&lt;br /&gt;Kemudian Yesus mempersilakan Tomas melakukan apa yang dapat membuatnya percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit. Tomas akhirnya percaya bahwa Dia adalah  Tuhan Yesus yang  telah bangkit. Selanjutnya Yesus menyatakan  berbahagialah mereka yang percaya walau tidak melihat. Kita juga termasuk orang-orang yang berbahagia, sebab kita percaya kepada Yesus walau kita tidak melihat wujud fisik-Nya!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; letter-spacing: -0.1pt;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Kata ’di antara mereka’ atau ’di tengah-tengah mereka’, seperti yang tertulis dalam ayat-ayat di atas, mengingatkan kita bahwa Allah pernah menggunakan kata-kata ini ketika Dia memerintahkan Musa membangun dan mendirikan Tabernakel! Allah rindu supaya Ia dapat berada &lt;i&gt;di tengah-tengah&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;di antara&lt;/i&gt; umat Israel. Hal ini menunjukkan suatu posisi &lt;i&gt;sentral, pusat,&lt;/i&gt; tidak memihak atau &lt;i&gt;netral&lt;/i&gt;. Tuhan memilih kata ini untuk menunjukkan bahwa dalam memberikan damai sejahtera-Nya, Tuhan tidak pilih kasih. Siapapun juga, di manapun posisinya di atas permukaan planet Bumi ini, di sebelah Barat, Timur, Utara atau Selatan, &lt;i&gt;semuanya&lt;/i&gt; menerima damai sejahtera dari Tuhan Yesus!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus merasa perlu tampil kembali, karena Dia tidak menghendaki Tomas sebagai bagian terkecil dari kelompok itu terluput dari salam ’Shalom’, yang sebelumnya telah diberikan-Nya kepada murid-murid yang lain! Tuhan Yesus merindukan supaya Tomas juga menerima hal yang sama, yaitu damai sejahtera-Nya! Kalau tidak, maka Tomas bisa menjadi penghalang rencana Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kita semua memiliki iman yang sama, bahwa Yesus telah mati dan bangkit? Masihkah kita &lt;i&gt;memikirkan&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;menaruh perhatian&lt;/i&gt; kepada anggota tubuh Kristus yang lain, atau orang-orang lain yang masih meragukan kebangkitan-Nya? Perhatikanlah bahwa pada pertemuan yang kedua ini, Tuhan Yesus tidak berbicara kepada Petrus, Yohanes, atau murid-murid lainnya, yang ada pada kehadiran-Nya saat pertama itu, dan sudah menerima damai sejahtera serta urapan Roh Kudus-Nya. Yesus hanya berkata-kata kepada Tomas! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;Inilah bentuk nyata perhatian Tuhan Yesus kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Tomas &lt;i&gt;akhirnya mengakui&lt;/i&gt; bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allahnya. Respon semacam ini yang Tuhan harapkan terjadi saat ’Shalom’ itu disampaikan. Hal ini juga harus kita pertanyakan kepada diri kita, menjadi suatu tantangan, ”Apakah kita juga berhasil menyampaikan kepada orang-orang di sekitar kita bahwa Yesus adalah Allah dan Tuhan kita?” Suatu pengakuan yang diucapkan bukan hanya di dalam gereja dan di lingkungan orang-orang percaya atau orang Kristen saja! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Apakah orang lain juga memberikan respon yang sama atau positif?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; letter-spacing: -0.1pt;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu sebelum disalibkan, Yesus sudah menggunakan kata ’Salam Damai’, dan &lt;i&gt;mempercayakannya&lt;/i&gt; kepada para murid-murid, seperti tertulis di dalam injil Matius 10:12-13,16 (bnd. Lukas 5:10). Di dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan kata ’salam’, sedangkan dalam bahasa Yunaninya menggunakan kata ’damai sejahtera’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; letter-spacing: -0.1pt;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan artinya, maka jika kita menyampaikan ’Salam Damai’ kepada orang-orang yang kita temui, dan mereka layak menerimanya, maka persatuan dan kerukunan &lt;i&gt;pasti&lt;/i&gt; terjadi! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; letter-spacing: -0.1pt;" lang="FI"&gt;Itulah misi yang Tuhan Yesus percayakan kepada kita, anak-anak Tuhan, hamba-hamba Tuhan! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; letter-spacing: -0.1pt;" lang="NO-BOK"&gt;Menyampaikan firman Tuhan, menyampaikan salam damai yang menghasilkan suatu persekutuan dan kesatuan di dalam Tubuh Kristus!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah bahwa Yesus menyatakan jika mereka layak menerima salam kita, maka damai sejahtera menjadi milik mereka. Namun bagaimana jika mereka menolak salam kita? Firman Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa, ”...jika tidak, &lt;i&gt;&lt;u&gt;salammu itu kembali kepadamu&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;...” Ini seharusnya menjadi praktik kita, jika ’salam damai’ kita ditolak orang lain! Yaitu, kita tetap mengalami damai sejahtera, bukan malah sebaliknya kita menjadi kecewa, patah semangat, marah, dan melakukan hal-hal yang negatif! Seringkali kita tidak siap menerima kegagalan, kemudian mewujudkan kekecewaan dengan tidak mau beribadah lagi, tidak mau bersekutu dengan sesama anak Tuhan atau hamba Tuhan, mungkin pindah gereja lain, atau bahkan berani membangun gereja sendiri atau membuat organisasi gereja baru. Damai sejahtera, itulah kata kuncinya! Diterima atau tidak pemberitaan salam kita, kita seharusnya tetap merasakan damai sejahtera!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi saksi, bahwa walaupun manusia sering mengalami kegagalan di dalam mempraktikkan perintah dan ajaran Tuhan Yesus (ingat kegagalan Petrus, dan murid-murid lain yang meninggalkan-Nya), namun damai sejahtera Yesus yang dititipkan kepada murid-murid-Nya tidak pernah mengalami kegagalan! Tidak pernah gagal! Mengapa? Sebab damai sejahtera itu adalah wujud pribadi Allah sendiri!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Sejak kapankah damai sejahtera itu hilang dari kehidupan manusia? Jawabannya adalah sejak manusia jatuh ke dalam dosa! Namun kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, jika demi mengembalikan manusia ke dalam ’damai sejahtera’ dengan Allah, maka Dia rela mengorbankan Putra Tunggal-Nya, untuk menebus dosa umat manusia! Lewat kematian Yesus Kristus di atas kayu salib, manusia kembali memperoleh damai sejahtera yang sejati!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelumnya, Tuhan Yesus katakan bahwa murid-murid akan mengalami kesusahan selama hidup di dunia, namun jika mereka percaya pada-Nya, maka Yesus tetap tinggal di dalam mereka, sehingga pasti ada damai sejahtera di dalam hidup mereka!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="ES"&gt;Namun murid-murid belum memahami ucapan Yesus pada waktu itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;Saat Yesus bangkit, kepada seorang wanita Dia juga mengucapkan kata yang juga mengandung arti damai sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;Bukan kepada laki-laki, karena laki-laki seringkali tidak percaya oleh sebab selalu pakai rasio atau akal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="ES"&gt;Matius 28:1-10 menulis peristiwa tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;Bahkan setelah menerima salam damai dari Yesus yang dibangkitkan, mereka kemudian menyembah dan memeluk kaki Yesus! Mereka dipercaya untuk memberitakan kebangkitan Yesus. Luar biasa!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Firman Tuhan menyebutkan bahwa suatu saat kelak, damai sejahtera akan diambil dari muka bumi (Wahyu 6:1,3-4).&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat di kitab Wahyu tersebut banyak muncul berbagai tafsiran atau pengertian tentang kapan dan bagaimana damai sejahtera diambil dari Bumi. Bagi kita, apakah harus menunggu nubuatan di kitab Wahyu tersebut terlaksana, kemudian kita menerima hal itu sebagai hal yang sudah seharusnya terjadi? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Artinya kita merasa wajar kalau harus terjadi pertengkaran antara sesama anggota Tubuh Kristus? Tidak!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Kita harus ingat bahwa setiap hari kita menghadapi peperangan rohani. Musuh kita bukanlah darah dan daging, tetapi setan dan roh-roh jahat di udara. Untuk itu kita perlu menggunakan senjata-senjata rohani (Efesus 6:10-11, 14-15). Salah satu peralatan perang rohani kita adalah: &lt;b&gt;&lt;u&gt;memakai sepatu kerelaan memberitakan Injil Damai Sejahtera&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;! Kita menginjil sambil berperang melawan Iblis. Inilah yang menjadi pelindung kaki-kaki kita dalam berjalan, melangkah melakukan amanat Tuhan Yesus, untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Alangkah luar biasanya kekuatan damai sejahtera dari Allah, tertulis di dalam Filipi 4:4-9 &lt;i&gt;”...Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus...”&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;”...&lt;b&gt;&lt;u&gt;Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu...&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan inilah yang harus kita pegang teguh! Yesus telah bangkit! Dia adalah Sumber Damai Sejahtera bagi kita! Dia memberikan damai sejahtera untuk kita alami dan sebarkan, kita bagikan, kita beritakan kepada semua orang. Yesus Sang Damai akan menyertai kita selama-lamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="styletahomalinespacing15" style="text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;By:Gereja kristus &amp;amp; kristus ajaib&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-7095782930449407646?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/7095782930449407646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=7095782930449407646&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/7095782930449407646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/7095782930449407646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/10/pembawa-damai-sejaterah.html' title='Pembawa damai sejaterah'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-3694316934453314797</id><published>2009-10-02T22:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T22:34:13.109-07:00</updated><title type='text'>Prinsip pengatasnamaan Tuhan yang efektif</title><content type='html'>Bagian ini akan membahas prinsip apa sajakah yang diperlukan ketika seseorang bertindak atas nama Tuhan. Adapun prinsip-prinsip yang dimaksud, akan diambil secara induktif dari tindakan Daud. Hal apa sajakah yang perlu ada di dalam sebuah tindakan yang mengatasnamakan Tuhan, sehingga ketika diterapkan menjadi efektif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengatasnamaan Tuhan dengan Motivasi yang Benar&lt;br /&gt;Daud ia tidak datang ke medan pertempuran untuk kepentingannya sendiri, untuk mendapatkan imbalan, atau kemashyuran semata, bahkan Daud menolak ketika Saul hendak memberikan anaknya sebagai imbalan yang dijanjikan (1 Sam. 18:18, 23). Meskipun dengan kata-kata yang agak ekstrim, pendapat Holdcroft mendukung pernyataan ini: “Alkitab melewatkan fakta bahwa kekayaan dan pernikahan dengan putri raja (ay. 25) yang dijanjikan kepada orang yang membunuh Goliat kelihatanya tidak dianugerahkan kepada Daud.” Meskipun Alkitab tidak menyebutnya secara spesifik, tetapi dari alur cerita dalam kisah ini terlihat jelas bahwa Daud tidak menerima hadiah yang dijanjikan Saul, sehingga tidak bisa dikatakan bahwa “Alkitab melewatkan”. Secara logis dapat dipahami bahwa seberarnya Daud bisa memintanya serta imbalan lain yang sudah dijanjikan raja kepada setiap orang yang bisa mengalahkan Goliat (1 Sam. 17: 25). Ini adalah janji seorang raja, dengan demikian sangat besar peluanng untuk mendapatnya. Sekali lagi, hal tersebut tidak dilakukan oleh Daud, karena bukan materi maupun imbalan untuk kepentingannya sendiri yang menjadi motivasi bagi Daud. Tetapi yang menjadikan Daud maju melawan Goliat adalah tindakan Goliat yang mencemooh barisan Allah yang hidup, yang berarti mencemooh Allah sendiri.&lt;br /&gt;Motivasi Daud yang bukan untuk dirinya sendiri ini telihat jelas di dalam perkataan yang ia sampaikan:&lt;br /&gt;“Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan yang Daud harapkan tidak untuk dirinya sendiri, tetapi keberhasilan yang ia harapkan akan menunjukkan eksistensi Allah kepada seluruh bumi, dan menunjukkan jika Yahweh adalah Pribadi yang berkuasa menyelamatkan. Dengan kata lain Daud melakukan semuanya itu karena ia mengasihi Allah dengan segenap keberadaannya bahkan mempertaruhkan nyawanya sendiri (1 Sam. 16:7; bnd. 1 Taw 16:10-11).&lt;br /&gt;Keberhasilan yang dicita-citakan Daud ketika maju menghadapi Goliat, akan dipersembahkan bagi Tuhan saja.&lt;br /&gt;Jaminan di dalam pertempuran ini diberikan oleh Tuhan, musuh di dalam pertempuran ini adalah musuh Tuhan, pasukan yang hendak berperang adalah pasukan Tuhan, komandan pertempuran ini adalah Tuhan sendiri, keberhasilan dalam pertempuran ini adalah untuk Tuhan, dan akhir dari pertempuran ini adalah untuk kemuliaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi keberhasilan Daud di dalam pertempuran ini, diperoleh Daud karena yang salah satu faktor yang ia miliki yang adalah motivasi yang benar yaitu untuk memuliakan Tuhan. Motivasi ini ditempatkan Daud di atas kepentingan pribadinya.&lt;br /&gt;Pengatasnamaan Tuhan dengan Metode yang Benar&lt;br /&gt;Selain motivasi, keberhasilan yang diperoleh oleh Daud juga dikarenakan Daud memakai metode yang benar. Metode yang dimaksud di sini adalah mengacu pada alat, sikap serta cara yang digunakan oleh Daud ketika maju melawan Goliat. Dengan melihat apa yang dibawa Daud dan apa yang dibawa Goliat, akan terlihat jelas perbedaan alat maupun cara yang digunakan. Selain peralatan yang lengkap sebagai sesuatu yang sangat diandalkannya, Goliat begitu menyombongkan dirinya dan merendahkan Daud melalui perkataannya. Sedangkan Daud tidak memakai peralatan perang yang seharusnya dikenakan oleh seorang prajurit yang hendak bertempur. Sangat berbeda dengan kesombongan Goliat, Daud mampu mengendalikan dirinya bahkan ketika ia diejek dan direndahkan bukan hanya oleh Goliat yang adalah musuhnya, tetapi juga Saul dan bahkan Eliab saudaranya sendiri.&lt;br /&gt;Daud mampu mengatasi kemarahan, mampu mengatasi ketidak percayaan bukan hanya terhadap dirinya sendiri tetapi juga terhadap Allah, dan mampu mengatasi kebanggaan yang berlebihan dalam dirinya karena pengalamannya. Metode yang meliputi cara yang berbeda dari yang dilakukan oleh Goliat juga tercermin dari Kebergantungan Daud kepada TUHAN yang ia sembah. Di atas segala hal yang ia punya, pengalaman serta sikapnya, ia mengandalkan Tuhan yang berarti sebuah penyerahan total akan apa yang akan terjadi di depan bahkan hidup dan matinya ke dalam kuasa Tuhan (37, 45-47; Mzm. 33: 16-17; 44:7-8; Hos. 1:7). Singkatnya, Daud tidak mengandalkan dirinya sendiri, tetapi Allah ketika mengalahkan Goliat dan orang Filistin. Hal tersebut memang seharusnya dilakukan oleh Daud mengingat keberadaan Daud yang sebenarnya memiliki berbagai kekurangan, kelemahan dan keterbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengatasnamaan Tuhan dengan Optimisme&lt;br /&gt;Optimisme Daud sangat terlihat di dalam beberapa bagian dari kisah pertempuran ini. Termasuk ketika berkali-kali ia direndahkan, disepelekan, diejek, dan bahkan hingga dikutuk (1 Sam. 17:28, 33, 43, 44). Tetapi setiap ejekan dan kata-kata yang merendahkannya ditangkis dengan jawaban-jawaban yang positif (1 Sam. 17:29, 30, 34-37, 45-47). Terhadap sikap Daud tersebut muncul reaksi orang lain yang negatif terhadap Daud, yang seharusnya mematahkan semangatnya dan membuatnya pesimis. tetapi tidak demikian yang terjadi pada Daud, optimismenya tetap ada dan tidak pernah berfikir untuk mengurungkan niatnya untuk melawan Goliat.&lt;br /&gt;Semua hal tersebut bisa dikatakan sebagai sebuah tantangan bagi Daud, tetapi ia tidak menyerah terhadap tantangan itu, tetapi berusaha mengalahkan tantangan itu. Daud sangat bersemangat dan sangat memperhatikan kehormatan Tuhan Allah Israel (ay. 26, 36, 46). Ia menyadari bahwa Goliat bukan saja menentang bala tentara Israel, tetapi menentang Tuhan Yang Mahakuasa. Optimisme Daud juga dibangun dari pengalaman Daud terhadap kuasa Tuhan yang masih diingingatnya pada masa-masa sebelumnya ketika ia berdoa dan mengalami kelepasan dari Allah. Pengalamannya bersama dengan Tuhan yang membuat Daud mengerti akan kuasa Tuhan membuatnya yakin bahwa Allah yang sama; juga akan memberikan pertolongan kepada Daud di dalam pertempuran yang segera ia hadapi (ay. 34-37; bdn. Mzm. 29:3-4).&lt;br /&gt;Ketenangan pribadi Daud ini mencerminkan iman yang dimilikinya, sehingga kemenangan yang diperoleh bukan menjadi hal yang mengejutkan baginya, sekalipun tampaknya sangat mengejutkan bagi semua orang yang menyaksikan peristiwa itu. Demikian bagi orang yang melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan Daud tersebut, tidak hanya berhenti sampai bagian ini saja, tetapi membawa dampak yang luar biasa bagi kedua kubu yang sedang berhadapan.&lt;br /&gt;Bagi Filistin menjadi sebuah ketakutan yang luar biasa, sehingga mereka melarikan diri. Tetapi bagi orang Israel, peristiwa tersebut justru membangkitkan semangat dan kepercayaan diri mereka. Setelah pembunuhan Goliat oleh Daud, orang Filistin dikalahkan habis-habisan, mereka dikejar hingga dekat Gat dan sampai pintu gerbang Ekron. Orang-orang Filistin bergelimpangan di jalan ke Saarim, sampai Gat dan sampai Ekron, serta menjarah perkemahan mereka dijarah oleh orang-orang Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengatasnamaan dengan sebuah Tindakan&lt;br /&gt;Selain prinsip tentang motovasi yang benar, metode yang benar, serta optimisme yang harus dimiliki di dalam pemakaian konsep pengatasnamaan Tuhan; sesuai dengan pengamatan penulis, salah satu prinsip yang juga dapat diambil adalah adanya sebuah tindakan yang harus dilakukan. Ketiga hal tersebut sudah ada pada Daud, namun tidak akan berarti apa-apa jika tanpa disertai sebuah keputusan untuk maju ke medan perang untuk mengalahkan Goliat.&lt;br /&gt;Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menerangkan tentang tindakan nyata yang dilakukan oleh Daud untuk memperoleh keberhasilan yang ia harapkan.&lt;br /&gt;Prinsip yang ini menekankan tentang perlunya sebuah keberanian untuk melangkah dan bertindak. Motivasi, metode, maupun optimisme belum cukup untuk mendapatkan sebuah keberhasilan, seperti yang dilakukan oleh Daud ada action, dan bukan hanya pasif, berpangku tangan, menunggu, serta melihat saja. Lalu kemudian mengharapkan Goliat jatuh tersandung, kepalanya terantuk batu dan mati. Tetapi bukan berarti juga bahwa Allah tidak sanggup melakukan hal-hal yang demikian dengan keberadaanya yang Mahakuasa. Allah Mahakuasa berarti Allah mampu melakukan apa saja yang dikehendakinya, yang selaras dengan natur dan kesempurnaannya.&lt;br /&gt;Beberapa peristiwa yang dicatat di dalam Alkitab, Allah menghendaki peran serta manusia ketika hendak melakukan sesuatu untuk manusia itu sendiri. Sebagai contoh ketika orang Israel di bawah komando Yosua mengalahkan kota Yerikho. Pertanyaan yang sering muncul adalah, mengapa orang Israel harus berkeliling sekian hari? Mengapa bangsa Israel harus berkeliling sekian kali? dan mengapa bangsa Israel harus bersorak pada saat yang ditentukan? bukankah Allah Mahakuasa dan tidak memerlukan semuanya itu untuk mengalahkan Yerikho? jawaban yang praktis dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah karena Allah ingin peran serta bangsa Israel di dalam kemenangan yang hendak Ia berikan. Jadi demikian juga dengan Daud, Allah menghendaki sebuah tindakan dari Daud meskipun kemenangan yang ia peroleh diberikan oleh Allah.&lt;br /&gt;By Gkr jakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-3694316934453314797?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/3694316934453314797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=3694316934453314797&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/3694316934453314797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/3694316934453314797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/10/prinsip-pengatasnamaan-tuhan-yang.html' title='Prinsip pengatasnamaan Tuhan yang efektif'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-8850912988972217576</id><published>2009-10-02T22:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T22:29:55.522-07:00</updated><title type='text'>Jesus is the Only Saviour</title><content type='html'>Ada banyak kegiatan rohani. Beberapa di antaranya membangun, sedangkan yang lainnya menguras anda. Membaca Alkitab adalah kegiatan yang seharusnya membangun anda. Dengan membaca Alkitab akan meningkatkan pengetahuan rohani anda dan mengembangkan hubungan dengan Allah. Doa juga memperkuat hubungan dengan Allah (asumsinya saya adalah semua kegiatan rohani tersebut dilakukan dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya apologetika, tidak meningkatkan pengenalan anda akan Allah—kecuali anda belum berpengalaman dan harus bergumul dengan berbagai tantangan yang anda belum pernah temui sebelumnya dan mengemukakan argumen yang anda belum pernah kemukakan sebelumnya. Andaikata keadaan anda seperti ini, apologetika dapat menjadi sangat bermanfaat. Tetapi kalau anda hanya memberikan apologetika tanpa memulihkan diri dengan membaca Alkitab, doa, perenungan firman, persekutuan, dan lain lain—maka apologetika dapat membawa dampak yang tidak diinginkan bagi kerohanian anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali menjadikan apologetika sebagai sesuatu yang utama dalam hidup anda sebagai orang Kristen. Hanya ada satu yang utama bagi orang percaya yaitu Injil. Setiap kegiatan orang Kristen mulai dari apologetika sampai kepada khotbah harus didasarkan pada Inji. Karena itu, apologetika haruslah menjadi sesuatu efek alami dan insidentil dari pertumbuhan rohani anda yaitu: pemahaman dan kerinduan anda akan Allah melalui Alkitab. Kalau anda mengetahui dan mencintai Injil, maka secara alamiah anda menyatakannya kepada mereka yang tidak mencintainya dan mempertahankannya dari [serangan] mereka. Karena itulah saya mengatakan sejak awal bahwa buku ini tidak hanya berguna sebagai dasar dalam apologetika tetapi juga sebagai pengenalan ilustratif terhadap pemikiran Alkitabiah melalui lensa apologetika. Sebagai orang Kristen segala sesuatu dalam kehidupan kita ditentukan dan dipahami melalui prinsip pertama bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Kita [pantas] disebut Kristen sejauh kita mengenal Alkitab dan bertindak sesuai dengan pengetahun itu. Hal ini tidak hanya berlaku dalam apologetika tetapi dalam segala sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apologetika sebenarnya adalah bagian dari penginjilan. Kita tidak akan terlibat dalam penginjilan kalau kita tidak memiliki harapan bahwa melalui penginjilan Allah membawa orang tidak percaya kepada iman yang menyelamatkan. Karena penginjilan merupakan tahap pertama dalam mendidik orang Kristen dalam iman — yaitu menumbuhkan iman itu—maka setiap pelayanan tidak boleh berhenti di sana. Kenyataannya, baik penginjilan secara umum dan apologetika khususnya tidak mungkin dilakukan sama sekali tanpa orang percaya yang terdidik. Orang Kristen yang tidak terdidik (dalam kekristenan), orang Kristen yang baru bertobat, belum diperlengkapi untuk mengobarkan perang rohani yang diajarkan dalam Alkitab. Orang Kristen seperti ini harus dilatih, diajar, dan diperlengkapi dengan seluruh perlengkapan senjata Allah. Jadi apologetika, bukan tujuan utama dari pelayanan manapun melainkan hanya dilakukan karena diperlukan untuk mengajarkan Injil. Apologetika dan pengijilan merupakan alat perekrutan Kristen. Alat-alat ini berguna untuk memenuhi tanggung jawab alkitabiah kita untuk membuktikan kebenaran iman dan dengan demikian memuridkan semua bangsa—namun kedua alat itu tidak sepenting tanggung jawab kita untuk mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, serta untuk memahami dan mengenal Allah. Tanpa hal ini penginjilan dan apologetika tidak memungkinkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap saya telah cukup banyak menunjukkan hal ini di setiap bab buku ini. Studi dalam buku ini bukan semata-mata studi tentang apologetikadan tidak hanya berguna sebagai alat untuk apologetika. Sebaliknya, tujuan utama buku ini bukanlah membantah setiap pandangan dunia non kristen, tetapi untuk mendidik orang percaya tentang filsafat mendasar dari iman kristen, ketangguhan filsafat tersebut, dan kegagalan total pemikiran non-Kristen. Buku ini adalah eksposisi tentang awal/titik iman kita; yaitu prinsip-prinsip dasar pandangan dunia alkitabiah yang merupakan dasar bagi kita untuk membangun pemahaman lebih lanjut. Harapan saya melalui buku ini anda diperlengkapi untuk bertumbuh dalam iman; dan dengan demikian diperlengkapi untuk menghadapi dan membantah setiap upaya untuk menghancurkan iman—dan dengan demikian membawa lebih banyak orang kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya menasehati anda: jangan terfokus pada apologetika sehingga anda melupakan dasar dari apologetika itu sendiri yaitu hubungan anda dengan Allah. Apologetika anda tergantung pada hubungan ini. Untuk mempertahankan iman, anda harus memiliki iman. Jangan menempatkan kereta di depan kuda. Fokus yang berlebihan pada apologetika adalah sesuatu yang tidak sehat secara rohani, dan mengindikasikan hubungan yang kurang baik dengan Kristus atau kegagalan untuk memusatkan perhatian pada injil; atau keyakinan yang tidak terkatakan bahwa pertobatan lebih tergantung pada kita daripada Allah. Jadi kerjakanlah keselamatan anda, bertumbuhlah dalam iman, dan biarkanlah persoalan keselamatan dan iman orang lain menjadi perhatian anda sebagai sesuatu yang bertumbuh secara alamiah dari keselamatan dan iman anda melalui kuasa Allah — bukan sebaliknya. Ini adalah sesuatu yang alkitabiah&lt;br /&gt;By Hamilton-New Zealand&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-8850912988972217576?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/8850912988972217576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=8850912988972217576&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/8850912988972217576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/8850912988972217576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/10/jesus-is-only-saviour.html' title='Jesus is the Only Saviour'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-7541872895302663738</id><published>2009-10-01T03:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T03:34:24.000-07:00</updated><title type='text'>Prepare Your self for 2012</title><content type='html'>2012 akan kiamat apakah benar?&lt;br /&gt;bisa dikatakan yg kiamat adalah Rohaninya&lt;br /&gt;dikarenakan Akan munculnya Anti Christ yg dianggap memerangi Kristus&lt;br /&gt;Nah ketika Anti Christ ini muncul berhati-hatilah kalian agar tidak terjebak dalam&lt;br /&gt;jebakannya.Dalam memerangi anti Christ ini minim kalian harus sudah berlandaskan&lt;br /&gt;roh kudus agar kalian tidak tersesat dalam kegelapan.&lt;br /&gt;Kuatkanlah iman setiap anda pada Kristus &amp;amp; jadilah terang di tengah Kegelapan pada 2012&lt;br /&gt;Nah saat ini belajarlah &amp;amp; bertumbulah dalam kristus&lt;br /&gt;agar pada 2012 anda" telah siap agar tidak masuk jebakan setan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-7541872895302663738?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/7541872895302663738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=7541872895302663738&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/7541872895302663738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/7541872895302663738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/10/prepare-your-self-for-2012.html' title='Prepare Your self for 2012'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-8763521194634154840</id><published>2009-10-01T02:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T03:14:40.691-07:00</updated><title type='text'>Limited Time</title><content type='html'>Wktu demi wktu telah lewat tapi apakah kristus berubah?&lt;br /&gt;Tentu tidak Kristus tetap mengasihi kalian meski banyak yg telah berubah karena hal" dunia&lt;br /&gt;Topic ini membahas tentang sebagaimana qm manfaatin wktu yg telah di brikan pada mu&lt;br /&gt;banyak hal yg telah kita lakukan tapi apakah ada yg untuk tuhan?&lt;br /&gt;sudakah wktu itu qm pergunakan untuk memuliakan tuhan?&lt;br /&gt;jika belum maka cepatlah cari dia (yes55:6)&lt;br /&gt;dituliskan Carilah dia ketika dia berkenan di temui&lt;br /&gt;dan berserulah ketika ia dekat&lt;br /&gt;Maksudnya Cepatlah engkau mencari dia ketika dia berkenan&lt;br /&gt;Kapan ia tdk Berkenan lgy?&lt;br /&gt;Saat dunia ini sudah kiamat,mau kah anda menjadi penghuni maut?&lt;br /&gt;Tentu tidak,Bertobatlah sebelum semuannya terlambat &amp;amp; percayalah tidak ada sesuatu yg&lt;br /&gt;terlambat selama qm berusaha untuk dia(muliakan&amp;amp;bersaksi lah untuk dia).&lt;br /&gt;Waktu ini sangat terbatas Cepatlah engkau mencari dia &amp;amp; Bersaksilah pada org banyak tentang kuasanya agar semakin banyak yg mengikut dia&lt;br /&gt;Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-8763521194634154840?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/8763521194634154840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=8763521194634154840&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/8763521194634154840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/8763521194634154840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/10/limited-time.html' title='Limited Time'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-519721139079922101</id><published>2009-09-28T01:00:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T01:19:46.267-07:00</updated><title type='text'>Prepare For Build</title><content type='html'>mari kita bersiap dalam proses pembangunannya....&lt;br /&gt;Sebuah fondasi harus kita tanamkan sesuai moto kita yaitu Revival of Holy generation&lt;br /&gt;dalam pembangunannya saya akan menanamkan fondasi yg berisi kita Harus menjadi&lt;br /&gt;anak kristus yg takut akan dia &amp;amp; bukan ketakutan akan dia (mksudnya?)&lt;br /&gt;sering kali banyak orang yg takut akan neraka krn tidak mematuhi perintahnya &amp;amp; taat&lt;br /&gt;ini menandakan orang mengikut kristus karena takut akan neraka &amp;amp; bukan karena ingin mengenal &amp;amp; bekerja untuk dia.Org yg ketakutan tidak akan pernah Berkembang dalam Imannya karena tidak dilandasi cinta yg tulus &amp;amp; keinginan yg besar utuk kristus.Selama ini mereka melakukannya semata-mata karena takut akan neraka &amp;amp; bukan karena Kerinduan yg tulus.&lt;br /&gt;oleh karennya saya ingin membentuk fondasi yg benar.Dalam fondasi yg benar itu saya mengatakan kita harus tulus &amp;amp; taat juga takut akan keberadaanya sebagai pencipta kita(yg dimaksud adalah tidak kurang ajar seperti tdk mengakui dia,mencemooh dia dll)&lt;br /&gt;Mksud kita harus tulus adalah bekerja dengan hati yg senang,tidak mengharapkan sesuatu &amp;amp; meberikan yg terbaik untuk dia.&lt;br /&gt;terus MAksudnya taat adalah mematuhi segala apa yg ia minta dengan senag hati tanpa trerbebebani&lt;br /&gt;Nah ini adalah Fondasi yg saya ingin tumbuhkan dalam kehidupan kristen petra&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-519721139079922101?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/519721139079922101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=519721139079922101&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/519721139079922101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/519721139079922101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/09/prepare-for-build.html' title='Prepare For Build'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791055773288579875.post-5873902539549085363</id><published>2009-09-28T00:16:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T00:26:38.445-07:00</updated><title type='text'>Awal &amp; Tujuan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ini adalah awal dari kebangkitan rohani Petra dimana sudah sekian lama petra terpuruk Kondisi Rohaninya...&lt;br /&gt;Banyak hal yg telah terjadi sudah waktunya kita harus membangkitkan kuasa tuhan di Petra&lt;br /&gt;Sampai saat ini masih sedikit Siswa" Petra yg Hidup Kudus&lt;br /&gt;Oleh karena itu saya ingin bekerja untuk tuhan dengan membangun sebuah kebangkitan Rohani di Petra....&lt;br /&gt;Sebuah Harapan &amp;amp; mimpi saya menjadikan petra sebagai sekolah yg mengenal tuhan &amp;amp; sangat dekat dengan Hadiratnya&lt;br /&gt;oleh karenanya berbagai upaya akan saya lakukan demi membuat petra menjadi sekolah yg Dekat dengan Tuhan &amp;amp; sekaligus menjadi Sekolah yg Menumbuhkan Kerinduan Rohani siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791055773288579875-5873902539549085363?l=petra4jesus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petra4jesus.blogspot.com/feeds/5873902539549085363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791055773288579875&amp;postID=5873902539549085363&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/5873902539549085363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791055773288579875/posts/default/5873902539549085363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petra4jesus.blogspot.com/2009/09/awal-tujuan.html' title='Awal &amp; Tujuan'/><author><name>Host</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10696478023027254786</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
