Ada banyak kegiatan rohani. Beberapa di antaranya membangun, sedangkan yang lainnya menguras anda. Membaca Alkitab adalah kegiatan yang seharusnya membangun anda. Dengan membaca Alkitab akan meningkatkan pengetahuan rohani anda dan mengembangkan hubungan dengan Allah. Doa juga memperkuat hubungan dengan Allah (asumsinya saya adalah semua kegiatan rohani tersebut dilakukan dengan benar.
Sebaliknya apologetika, tidak meningkatkan pengenalan anda akan Allah—kecuali anda belum berpengalaman dan harus bergumul dengan berbagai tantangan yang anda belum pernah temui sebelumnya dan mengemukakan argumen yang anda belum pernah kemukakan sebelumnya. Andaikata keadaan anda seperti ini, apologetika dapat menjadi sangat bermanfaat. Tetapi kalau anda hanya memberikan apologetika tanpa memulihkan diri dengan membaca Alkitab, doa, perenungan firman, persekutuan, dan lain lain—maka apologetika dapat membawa dampak yang tidak diinginkan bagi kerohanian anda.
Jangan sekali-kali menjadikan apologetika sebagai sesuatu yang utama dalam hidup anda sebagai orang Kristen. Hanya ada satu yang utama bagi orang percaya yaitu Injil. Setiap kegiatan orang Kristen mulai dari apologetika sampai kepada khotbah harus didasarkan pada Inji. Karena itu, apologetika haruslah menjadi sesuatu efek alami dan insidentil dari pertumbuhan rohani anda yaitu: pemahaman dan kerinduan anda akan Allah melalui Alkitab. Kalau anda mengetahui dan mencintai Injil, maka secara alamiah anda menyatakannya kepada mereka yang tidak mencintainya dan mempertahankannya dari [serangan] mereka. Karena itulah saya mengatakan sejak awal bahwa buku ini tidak hanya berguna sebagai dasar dalam apologetika tetapi juga sebagai pengenalan ilustratif terhadap pemikiran Alkitabiah melalui lensa apologetika. Sebagai orang Kristen segala sesuatu dalam kehidupan kita ditentukan dan dipahami melalui prinsip pertama bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Kita [pantas] disebut Kristen sejauh kita mengenal Alkitab dan bertindak sesuai dengan pengetahun itu. Hal ini tidak hanya berlaku dalam apologetika tetapi dalam segala sesuatu
Apologetika sebenarnya adalah bagian dari penginjilan. Kita tidak akan terlibat dalam penginjilan kalau kita tidak memiliki harapan bahwa melalui penginjilan Allah membawa orang tidak percaya kepada iman yang menyelamatkan. Karena penginjilan merupakan tahap pertama dalam mendidik orang Kristen dalam iman — yaitu menumbuhkan iman itu—maka setiap pelayanan tidak boleh berhenti di sana. Kenyataannya, baik penginjilan secara umum dan apologetika khususnya tidak mungkin dilakukan sama sekali tanpa orang percaya yang terdidik. Orang Kristen yang tidak terdidik (dalam kekristenan), orang Kristen yang baru bertobat, belum diperlengkapi untuk mengobarkan perang rohani yang diajarkan dalam Alkitab. Orang Kristen seperti ini harus dilatih, diajar, dan diperlengkapi dengan seluruh perlengkapan senjata Allah. Jadi apologetika, bukan tujuan utama dari pelayanan manapun melainkan hanya dilakukan karena diperlukan untuk mengajarkan Injil. Apologetika dan pengijilan merupakan alat perekrutan Kristen. Alat-alat ini berguna untuk memenuhi tanggung jawab alkitabiah kita untuk membuktikan kebenaran iman dan dengan demikian memuridkan semua bangsa—namun kedua alat itu tidak sepenting tanggung jawab kita untuk mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, serta untuk memahami dan mengenal Allah. Tanpa hal ini penginjilan dan apologetika tidak memungkinkan
Saya harap saya telah cukup banyak menunjukkan hal ini di setiap bab buku ini. Studi dalam buku ini bukan semata-mata studi tentang apologetikadan tidak hanya berguna sebagai alat untuk apologetika. Sebaliknya, tujuan utama buku ini bukanlah membantah setiap pandangan dunia non kristen, tetapi untuk mendidik orang percaya tentang filsafat mendasar dari iman kristen, ketangguhan filsafat tersebut, dan kegagalan total pemikiran non-Kristen. Buku ini adalah eksposisi tentang awal/titik iman kita; yaitu prinsip-prinsip dasar pandangan dunia alkitabiah yang merupakan dasar bagi kita untuk membangun pemahaman lebih lanjut. Harapan saya melalui buku ini anda diperlengkapi untuk bertumbuh dalam iman; dan dengan demikian diperlengkapi untuk menghadapi dan membantah setiap upaya untuk menghancurkan iman—dan dengan demikian membawa lebih banyak orang kepada Allah
Sekali lagi saya menasehati anda: jangan terfokus pada apologetika sehingga anda melupakan dasar dari apologetika itu sendiri yaitu hubungan anda dengan Allah. Apologetika anda tergantung pada hubungan ini. Untuk mempertahankan iman, anda harus memiliki iman. Jangan menempatkan kereta di depan kuda. Fokus yang berlebihan pada apologetika adalah sesuatu yang tidak sehat secara rohani, dan mengindikasikan hubungan yang kurang baik dengan Kristus atau kegagalan untuk memusatkan perhatian pada injil; atau keyakinan yang tidak terkatakan bahwa pertobatan lebih tergantung pada kita daripada Allah. Jadi kerjakanlah keselamatan anda, bertumbuhlah dalam iman, dan biarkanlah persoalan keselamatan dan iman orang lain menjadi perhatian anda sebagai sesuatu yang bertumbuh secara alamiah dari keselamatan dan iman anda melalui kuasa Allah — bukan sebaliknya. Ini adalah sesuatu yang alkitabiah
By Hamilton-New Zealand
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar